Pengajian Inggris di markas Tebet

Senin, 30 Maret 2015 11:20:30 Reporter: Merdeka
Pengajian Inggris di markas Tebet Pengajian Inggris, Ardy paling kanan. ©2015 Merdeka.com

Kepala rubrik Khas, Mohammad Taufik, tiba-tiba menyeruak dengan sebuah email bersubjek 'woro-woro'. Di dalamnya tertulis, 'Pengajian Kamisan'. Nah yang unik pengajian ini dipimpin 'ustaz' Ardyan M. Erlangga, sehari-hari tidak pernah mengasuh rubrik agama apapun. Ardyan adalah redaktur halaman Dunia.

Usut punya usut, ternyata pengajian dimaksud adalah klub diskusi bahasa Inggris alias English Club. Taufik jadi penggagas, lalu sebagai pengajarnya Ardyan dibantu oleh Marcheilla yang juga dari kanal Dunia.

"Mulanya dari ngobrol di belakang. Mas Taufik usul ada kelas bahas Inggris, ya sudah saya mau bantuin, silakan diatur. Maka kemarin 11 orang mulai kelas pertama di ruang rapat," kata Ardy panggilan Ardyan, alumni sastra Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta.

Tidak salah menempatkan Ardy sebagai guru di English Club, karena pengalamannya cukup banyak.

Sebelum gabung di merdeka.com, lelaki yang tak pernah menyisir rambut ini pernah jadi tenaga LO (Liaison Officer) Seminar Internasional APEC 'Women Empowerment on IT' Pascasarjana UNY. Ardy juga pernah jadi fasilitator tatkala ada Studi Banding Christian University Leuven Belgia ke SMP I Sleman dan SMP II Depok kerjasama UNY, pada 2008 lalu. Lelaki kelahiran Boyolali itu juga sempat menjadi staf pengajar Intensive English Program SMA Negeri 8 Yogyakarta, empat tahun lalu.

Jadi memang pas. Sedangkan Cheila sebagai asisten lebih banyak mendampingi bila ada slip of tongue dari teman-teman redaksi. Yang pasti, sambutan dengan ide dari Opik ini lumayan marak.

Ini pengumuman Opik pada kawan-kawan: "Brother n sister semuanya, untuk meng-upgrade pengetahuan, dan biar lebih pinter sedikit, malam ini "merdeka english club" memulai pengajian Kamisan perdana. Catat, ini bukan untuk menyaingi pengajian Majelis Rasulullah ya...? Hehehe...,

Bagi yang berminat, silakan merapat ke kantor after Isya. Modulnya nanti dibagikan di kantor sama 'ustaznya'. Semoga pengajian malam nanti istikhomah, konsisten sepanjang umurmerdeka.com. Untuk konsumsi, pengasuh Ramadhian Fadhilah nanti yang mengatur...,hihihihi, pokoke main tunjuk aja. :p.

Setelah pengumuman di Kamis itu, Eko yang biasa nyamber langsung comment. Tapi ndak pantas disampaikan di sini. Maklum main fisik dan nafsu, sebagai khasnya dia.

Beda dengan Om Djoko yang merupakan redaktur foto senior merdeka.com, langsung comment soal konsistensi dan niat dihubungkan dengan denda. Biar fine perlu fine (biar bagus didenda). "Yang ngomong bahasa Indonesia/Jawa denda 10 ribu, uangnya kalau ngumpul buat beli oplosan..hahaha,” katanya sambil canda. Dedi Rahmadi yang selama ini aktif di kantor sebelah, nanya: "Saya masih boleh ikut kah???“

Langsung dijawab Opik, "Of course, ded. Wednesday (Thursday) night..” Tapi pertanyaan Dedi itu ternyata masalah bagi Anwar. Dengan cepat langsung diingatkan:@dedi, by english, please…

Setelah itu email-email yang berkembang kian sehat. Semua memakai bahasa Inggris, meski menurut Ardy belum sepenuhnya benar. Tapi, sebagai permulaan, bolehlah.“Teman-teman maunya langsung conversation. Padahal kalau menurut saya, perlu menulis bahasa Inggris yang benar. Kalau tatabahsa dan kosakata bagus, tinggal ngomong kok cuma harus berani saja. Tapi kita bikin suasananya kondusif saja dulu,” kata Ardy bersemangat ketika diwawancari di sela-sela pernikahan Laurencius, redaktur politik.

Tutu atau Tia, tampaknya lumayan mahir bahasa Inggrisnya. Dia tak cuma bahsa Inggris tapi bahasa Koreanya lebih mantap. Namun dia ikutan gabung. "Fyi, Next week we're gonna discuss. Tell me about your first love. So prepare yaaa^^. It will be fun, geisss... Love, love, cup, cup,” kata Tutu nyerocos. Tema tersebut tak mendapat sambutan. Namun rekan lain bersedia hadir. Tinggal membagi waktu, semoga tidak bentrok dengan jadwal liputan atau kejadian yang laik berita. "Excuse me everyone, I'm running intelligence. Next week i will be with you…” tukas Arbi dari rubrik Khas.

Anwar yang sok jago bahasa Inggris, melihat moment belajar-mengajar bahasa Inggris ini sangat positif. Baginya itu moment yang menyenangkan dan bahasa Inggris itu kebiasaan. "Nice n lovely moment, tonight, that we start to improve our english. Remember: English is not knowledge, but custom. See u next week, team.”

Jadi jangan kaget kalau hari Kamis akan banyak yang berbahasa Inggris, karena akan dijadikan English Day oleh team redaksi merdeka. Itulah pembaca yang smart, bagian dari upaya-upaya kecil dan murah yang bisa dilakukan di sela-sela tugas. ***

[mdk]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

{BESMART_WIDGET}