Menteri Yuddy blusukan ke merdeka.com

Kamis, 2 April 2015 19:47:11 Reporter: Merdeka
Menteri Yuddy blusukan ke merdeka.com Menpan-RB Yuddy Chrisnandi di Merdekacom. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Kamis siang itu, hujan gerimis cenderung rapet. Sekitar pukul 14.00 WIB, pada 2 April ’15, sebuah sedan hitam RI 43 tiba-tiba memasuki altar depan markas merdeka.com.

“Assalamualaikum,” sapa Yuddy Chrisnandi, menteri Penertiban Aparatur Negara (MenPAN) pada awak redaksi. Setelah membuka sepatu, dia pun masuk ke ruang redaksi (Newsroom) diantar oleh CNO KapanLagiNetwork Sapto Anggoro.

Meski dibolehkan pakai sepati, tapi MenPAN Yuddy menghormati tuan rumah. Maklum, markas redaksi kami memang lebih mirip tempat untuk tinggal, dan mewajibkan penghuninya untuk telanjang kaki, sepatu/sendal kudu dicopot.

Blusukan yang mirip inspeksi mendadak (Sidak) ini memang mendadak. Kenapa, karena menjelang tengah malam Pak Herman dari Direktur Komunikasi dan Hukum Kemenpan menyampaikan pesan bahwa Menteri Yuddi mau silaturahmi ke Tebet.

Baju putih, rambut tertata, wajah ganteng, muda, energetik, bicaranya terang tertata, dan optimis, adalah gambaran singkat tentang Menteri Yuddy. Setelah mendapat penjelasan singkat tentang KLN yang di dalamnya banyak berisi situs-situs vertikal, termasuk merdeka.com, MenPAN langsung terkesima. Tak lama ia lantas menyampaikan maksud dan tujuannya.

Intinya sosialisasi tentang KemenPAN. “Saya perlu sampaikan, apa tugas dan wewnang KemenPAN karena saya sendiri baru tahu setelah jadi Menteri,” katanya. Kapan mulai tahu apa dan bagaimana Kemenpan? “Setelah dilantik 27 Oktober 2014, saya mulai belajar dan searching apa sih tugas dan tanggungjawab kementerian PAN itu,” katanya membuka.

Setelah banyak belajar, akhirnya dia pun membuat kebijakan, seperti melarang rapat di hotel, menu makanan tradisional, dan juga blusukan ke berbagai tempat layanan masyarakat. Dia tak merasa ada yang memusuhi dengan kinerjanya dan kebijakan yang diambil. Banyak yang mendukung. Kalaupun ada yang menghalangi, dia tak masalah karena menerima kritikan.

Dengan 360-an staf di kementeriannya yang sedikit itu, dia merasa cukup. Dalam melakukan pengawasan dan enforcement terhadap kinerja aparat se Indonesia, baik di pegawai negeri sipil (PNS), Polri, maupun TNI, dia sudah membuat mekanisme bahwa semua bisa dilibatkan. Di awal-awal memang harus blusukan, untuk menemukan raw model. Selanjutnya, dia merasa sudah efektif dengan melibatkan berbagai pihak untuk saling mengawasi. “Saya tanpa rencana datang di pagi hari, pelayanan di Ngurah Rai ternyata sudah bagus, rapi,” katanya. Juga di Cengkareng, bagian imigrasi atau di Batam. “Kenapa tiga tempat itu, karena 90% pintu masuk orang asing di Indonesia itu di Cengkareng, Ngurah Rai, dan Batam. Itu soal skala prioritas saja, ndak harus semua bandara,” ujarnya.

Dari gaya bicaranya, Yuddy yang sudah separoh hidupnya (saat ini usianya 47 tahun), dihabiskan di politik, mulai dari GMNI, MKGR, Golkar ke Hanura, memang relatif serius. Tak banyak guyon. Kecuali di menjelang silaturahmi, tiba-tiba dia sendiri mengungkap dimasalahkan media gara-gara cium tangan Puan Maharani Soekarnoputri.

“Saya kira ndak ada wartawan, eh di mana-mana ada wartawan,” katanya lugas. Kenapa dia sampai mencium tangan Puan, baginya biasa saja tidak ada motif apapun. Ia sadar banyak kritikan, dan menerimanya serta siap memperbaikinya. Setelah dikritik, Anda akan cium tangan lagi kalau ketemu Puan? Yuddy memilih diam tak menjawab, penuh arti.

Sebelum menjalar lebih jauh, MenPAN Yuddy pun minta izin melaksanakan shalat dhuhur, kemudian mengakhiri silaturahmi. Ia berkenan dengan souvenir kaos ukuran small buat anak semata wayangnya yang masih kelas 5 SD. “Kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk klarifikasi ke kami,” ia mengunci percakapan. Lalu, rintik hujan yang mereda mengiringi kepergian Menteri Yuddy ke tempat tugas berikutnya.

Pembaca, dengan dukungan Anda, kredibilitas kami semakin mantab. Mulai dari Jokowi, JK, Dahlan Iskan, Gita Wiryawan, Ahok, dan lain-lain pernah bersilaturahmi di markas kami. Biasanya buka-bukaan. Di sini kadang banyak info yang lebih jernih didapat, dan itu jadi background yang penting buat tim redaksi kami.**

[mdk]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

{BESMART_WIDGET}