Kabar gembira di tengah pesta otomotif internasional

Senin, 20 Agustus 2018 18:03:50 Reporter: Syakur Usman
kegiatan wuling motors di giias 2018. ©2018 Merdeka.com

Pesta itu baru usai pekan lalu (12/8). Pestanya orang otomotif Indonesia ini bertajuk Gaikindo Indonesia International Auto Show. Tapi orang lebih suka menyebutnya GIIAS.

Tak berlebihan saya menyebut GIIAS sebagai pesta industri otomotif di Indonesia. Betapa tidak, inilah pameran otomotif terbesar di republik ini, yang diikuti oleh seluruh pabrikan anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Apalagi gedung pameran terbesar di Asia Tenggara, Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang, menjadi lokasinya.

Pesta ini semakin semarak dengan lebih dari 40 mobil baru dan konsep dipamerkan ke publik , dari sekitar 25 merek baik kendaraan penumpang maupun niaga. Jadi tak ayal, GIIAS menjadi menu wajib bagi sekitar 400 wartawan lokal dan asing setiap tahun.

Saya hampir tak luput meliput GIIAS. Selalu ada antusias dan gairah baru meski pameran ini digelar setiap tahun (beberapa pameran otomtif dunia digelar setiap dua tahun, seperti Tokyo Motor Show). Menariknya, ada dua pendatang baru di pesta ini: Wuling dan DFSK. Kedua pabrikan asal China ini punya fulus segudang. Belajar dari hasil buruk motor China (mocin), Wuling dan DFSK jor-joran menanamkan duitnya di sini. Wuling misalnya berani investasi US$ 700 juta membangun pabrik perakitan di Bekasi. Sedangkan DFSK US$ 150 juta di Cikande, Tangerang. Duo pendatang asal Negeri Tirai Bambu ini tampak siap mengganggu 'pesta' pabrikan Jepang yang mendominasi pasar republik ini.

Di tengah pesta itu, saya mendapat kabar baik: Juara I lomba penulisan artikel dari Wuling Motors selama GIIAS 2018. Ini di luar dugaan. Artikel saya yang berjudul "Ketika Wuling Menabuh Genderang Perang Makin Kencang di Indonesia" dipilih dewan juri menjadi yang terbaik.

"Total ada 200 artikel tentang Wuling Motors selama sebelas hari pameran GIIAS berlangsung," ujar salah seorang juri lomba.

kegiatan wuling motors di giias 2018 ©2018 Merdeka.com

Artikel saya ini secara khusus menganalisis rencana dan strategi Wuling memasarkan model SUV di Indonesia pada tahun depan. Saya tulis, rencana Wuling ekspansi ke model SUV bukan saja berani, tapi sangat tepat, karena pasar SUV tengah bertumbuh beberapa tahun terakhir. Yang penting, Wuling konsisten dengan business plan-nya dan jangan lari bila ada aral rintangan di hadapannya.

Kembali soal GIIAS. Pameran ini didukung oleh OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d'Automobile), asosiasi pabrikan otomotif dunia, sehingga masuk dalam kalendar tahunan auto show OICA. Jadi level GIIAS adalah pameran otomotif internasional, bersanding bersama pamera yang menjadi kiblat otomotif dunia, seperti Geneva Motor Show, Frankfurt Motor Show, North America International Motor Show, dan Paris Motor Show.

Tak heran bila para peserta GIIAS berlomba-lomba memamerkan mobil baru dan mobil konsepnya. Bahkan tak sedikit mobil baru dan konsep melakukan world premiere di GIIAS. Seperti small MPV Mitsubishi Xpander di GIIAS 2017 dan pada GIIAS tahun ini, ada All New Honda Brio.

Dibandingkan pameran otomotif dunia, memang GIIAS masih kalah jauh. Perbandingannya, GIIAS 2017 diikuti oleh 30 merek otomotif dengan 400 ribu pengunjung. Sedangkan Paris Motor Show 2016 pernah diikuti 269 merek dari 18 negara dengan jumlah pengunjung lebih satu juta orang pada 2016.

GIIAS 2018? Sayang, hingga kini panitia belum melaporkan jumlah pengunjung, nilai transaksi, dan jumlah unit kendaraan yang terjual!

[sya]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
{WIDGET_ASEAN_GAMES}

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.