Yustinus Prastowo Diangkat Jadi Staf Khusus Sri Mulyani

Selasa, 14 April 2020 12:16 Reporter : Dwi Aditya Putra
Yustinus Prastowo Diangkat Jadi Staf Khusus Sri Mulyani Pengamat Ekonomi dan Perpajakan Yustinus Prastowo. ©2020 Liputan6.com/Tira santia

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi mengangkat Yustinus Prastowo menjadi Staf Khusus Menteri di bidang komunikasi strategis. Nantinya Yustinus akan membantu Kementerian Keuangan sekaligus Menteri Keuangan dalam membangun komunikasi dengan stakeholders, terutama terkait kebijakan fiskal.

Kabar pengangkatan itu disampaikan langsung oleh Yustinus kepada awak media melalui pesan singkat Whatsapp-nya.

"Melalui WA ini saya ingin menyampaikan informasi bahwa mulai hari ini saya mendapat penugasan baru sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan. Tentu saja bukan hal mudah saya menerima tugas ini, dan juga bukan tanggung jawab yang sepele," kata Yustinus kepada wartawan, Selasa (14/4).

Dia mengakui, di masa sulit dan penuh tantangan ini, bukan perkara mudah untuk ikut membantu pemerintah agar dapat mengkomunikasikan kebijakan dengan baik, termasuk mendorong reformasi perpajakan lebih cepat. Tak jarang, dia harus memikirkan hal itu secara matang.

"Waktu diminta, saya butuh waktu cukup lama untuk berpikir dan menimbang," kata dia.

Dirinya juga tak lupa meminta dukungan seluruh teman-teman media di lapangan. Pengamat Perpajakan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu megaku siap menjadi mitra diskusi, saling berbagi dan mengkritik.

"Saya mohon doa dan dukungan teman2. Tentu kita akan tetap berinteraksi dan berkomunikasi, hanya saya berganti peran," kata dia.

2 dari 2 halaman

Rekam Jejak

Dikutip dari laman resmi CITA, Yustinus mengawali karier sebagai abdi negara di Direktorat Jenderal Pajak (1997-2010).

Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tersebut kemudian terjun sebagai aktivis sosial dan terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi dan penelitian, di antaranya bersama perkumpulan Prakarsa, Komisi Anggaran Independen (KAI), Transparency International Indonesia (TII), Indonesia Corruption Watch (ICW), Internasional NGO Forum on Indonesia Development (INFID), Tifa Foundation, Oxform, dan The United States Agency for International Development (USAID).

Pengalaman di dunia konsultan diperoleh saat bergabung sebagi Tax Manager di SF Consulting, Tax Partner di RSM AAJ, dan Senior Advisor di Enforce Advisory. Sejak 2014, ia mendirikan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) sekaligus menjabat sebagai Direktur Eksekutif sebelum akhirnya diangkat sebagai staf khusus oleh Sri Mulyani.

Prastowo juga terlibat dalam kelompok kerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Pokja APBN) Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla (2014), menjadi anggota Tim Optimalisasi Penerimaan Perpajakan (TOPP) Kementerian Keuangan (2015), dan sebagai Anggota Penasihat Tim Reformasi Perpajakan serta Tim Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai Kementerian Keuangan sejak Desember 2016.

"Untuk selanjutnya, CITA akan tetap berjalan karena meski identik dengan saya, tapi CITA adalah lembaga independen. Nanti akan saya berikan contact person yang dapat menjadi narasumber atau sekadar teman berbagi dan diskusi, selain dengan saya secara informal," tandas dia. [azz]

Baca juga:
Perintah Jokowi, Rakyat Terdampak Corona Harus Sudah Terima Bantuan Pekan Ini
Terbitkan Global Bond Rp68 Triliun, Indonesia Berpotensi Terlilit Utang Bunga Tinggi
Kemenkeu Permudah Prosedur Ekspor Impor Barang Curah untuk Industri
Ini 4 Kebijakan Perpajakan di Perppu Corona, Termasuk Pajak Dagang Online
Lewat Perppu 1/2020, Pembebasan Bea Impor Harus Seizin Menteri Sri Mulyani
Tak Dapat BLT, Masyarakat Bisa Manfaatkan Kartu Pra Kerja Penuhi Kebutuhan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kemenkeu
  3. Sri Mulyani Indrawati
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini