Yamaha berencana tuntut balik KPPU jika terbukti tak bersalah

Selasa, 26 Juli 2016 18:57 Reporter : Hana Adi Perdana
Yamaha berencana tuntut balik KPPU jika terbukti tak bersalah 5 Motor baru Yamaha di 2014 . ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Berita ini telah diralat dengan judul:

Yamaha tegaskan tak akan tuntut balik KPPU

Wakil Presiden PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Betty, berencana akan menuntut Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) andai nantinya hasil keputusan sidang menetapkan mereka tidak bersalah. Dyon berpendapat, pihaknya merasa dirugikan dengan pernyataan KPPU yang menyebut Honda dan Yamaha kongkalikong perihal harga sepeda motor matik 110 cc - 125 cc.

"Mengenai penuntutan, kita akan hitung dampak kerugiannya. Membangun satu merek itu tidak murah dan butuh waktu panjang. Merusaknya sangat gampang dan sebentar. Kita akan perhitungkan lagi. Apakah ada unsur sengaja atau tidak," ujarnya saat ditemui di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (26/7).

Lanjut Dyon, pihaknya mengaku sangat menyesali sikap dari KPPU yang dianggapnya kelewat batas. Menurutnya, sebagai lembaga pemerintah tidak seharusnya KPPU membuat beberapa pernyataan yang menyesatkan kepada masyarakat.

"Janganlah seperti itu, membuat pernyataan yang menyesatkan untuk masyarakat dan konsumen," kata dia.

Dyon menambahkan, pernyataan tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi investasi perusahaan di Indonesia. Bahkan, bukan tidak mungkin para investor kabur.

"Hormatilah bahwa investasi di Indonesia membutuhkan biaya tinggi dan lapangan pekerjaan yang banyak sampai sekian ratus ribuan. Makanya jangan merusak investasi ini, marilah membangun," jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku andai pun nanti persidangan memutuskan Yamaha dan Honda bersalah, Dyon mengaku tidak mungkin akan menurunkan harga motor.

"Menurunkan bagaimana? Bahwa yang harus diturunkan itu komponen pajak dan sebagainya kalau memang harga motor matik mau murah," pungkasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini