KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Wulung, drone buatan anak bangsa dapat sertifikat kelaikan udara

Kamis, 28 April 2016 10:33 Reporter : Idris Rusadi Putra
Wulung. Istimewa

Merdeka.com - Indonesia berhasil membuat pesawat terbang tanpa awak atau yang biasa disebut sebagai drone yang diberi nama Wulung. Pesawat tanpa awak ini merupakan karya anak bangsa yang dikembangkan PT Dirgantara Indonesia (PT DI), BPPT dan Balitbang Kementerian Pertahanan RI dan telah mendapat sertifikat tipe dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).

"Sertifikat tipe PTTA Wulung telah dikeluarkan IMAA, pesawat ini dirancang sebagai sebuah pesawat tanpa awak dengan kemampuan autopilot," kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andy Alisjahbana saat menerima sertifikat tipe PTTA Wulung di Kompleks PTDI Kota seperti ditulis Antara Bandung, Selasa (28/4).

Dengan dikeluarkannya sertifikat tipe itu, maka proses rancang bangun dan spesifikasi teknis serta batasan operasi pesawat itu telah memenuhi ketentuan dan aturan kelaikan udara berdasar Petunjuk Pelaksana Dirjen Ranahan Nomor Juklak/20/VIII/2010 tertanggal 31 Agustus 2010.

Sistem itu menggunakan konsep modular composite structure, ruang akses yang luas dan perakitan yang cepat dan mudah. Pesawat tanpa awak itu memiliki bobot maksimal 125 kilogram, kapasitas tanki bahan bakar 35 liter, menggunakan single piston engine tipe pusher bertenaga 22HP.

"Dengan sistem autopilot yang terintegrasi di pesawat, PTTA Wulung dapat melakukan misinya secara otomatis," katanya.

Misi utama PTTA Wulung adalah intelijen, pengawasan, pengintaian atau ISR. Pesawat itu dibuat dengan proses pembuatan dan komponen yang sesuai dengan standar industri penerbangan dan sesuai dengan kualifikasi yang berlaku untuk produk pesawat terbang.

Pengembangan awal Wulung dilakukan oleh BPPT bersama Balitbang Kemenham RI sebagai riset awal melakukan penelitian mulai dari desain purwarupa dan uji terbang. Kemudian menggandeng P TDI untuk diproduksi sesuai dengan prosedur standar industri penerbangan.

Pesawat PTTA dengan sistem avionik dan mission payload system juga ditambah vitur transponder yang berfungsi untuk memberi data posisi dan ketinggian kepada radar sebagai alat bantu ATC.

Sementara itu Kepala Pusat Kelaikan Badan Sarana Pertahanan Kemenhan Laksamana Pertama TNI M Sofyan menyatakan PTTA Wulung memenuhi standar kebutuhan di lapangan khususnya bagi militer.

"Kebutuhan pesawat tanpa awak ini sangat besar, selain untuk kegiatan operasi militer juga untuik sipil. Salah satunya bisa dioperasikan di kawasan perbatasan dan juga untuk pemetaan lahan," kata Laksamana Pertama TNI M Sofyan.

Dia menyebutkan, PTTA Wulung akan menjadi pesawat tanpa awak yang strategis bila dikembangkan. Dengan demikian ke depan bisa bermanfaat untuk mendukung sistem pertahanan jan juga dimanfaatkan untuk kepentingan sipil.

"Contohnya di Kalimantan, pesawat ini bisa mendukung pemetaan wilayah, pemotretan udara dan lainnya," katanya menambahkan.

Seusai penyerahan sertifikat tipe, dilanjutkan dengan peninjauan kehanggar PTDI yang digunakan untuk rancang bangun dan produksi pesawat tanpa awak pertama yang dikembangkan industri pesawat terbang nasional itu. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.