Waspada impor produk pangan ilegal

Jumat, 6 Juli 2012 12:00 Reporter : Pandasurya Wijaya
Waspada impor produk pangan ilegal ilustrasi beras impor. Merdeka.com /Arie Basuki

Merdeka.com - Pasar dalam negeri dipenuhi dan dikuasai produk impor negara lain. Berbagai produk impor merajai pasar Indonesia yang cukup besar dengan kekuatan konsumsinya.

Ketua Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) Suroso Natakusuma memaparkan, data Kementerian Perdagangan pada triwulan pertama tahun  ini (Januari-Maret 2012) menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah produk pangan impor sebesar 1,28 persen dibanding tahun lalu. Produk ilegal adalah produk yang tidak memiliki izin impor, tidak berlabel, tidak sesuai ketentuan standar, dan tidak bernomor pendaftaran. 

"Untuk para produsen tentu banyaknya barang ilegal ini tidak adil bagi mereka," ungkap Suroso di kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (6/7).

Sementara bagi konsumen, kata dia, harus cerdas dan waspada memilih produk pangan. Untuk pengawasan, pemerintah diminta melibatkan masyarakat atau konsumen. Impor produk pangan ilegal sudah membanjiri sejak lama. Dia menyebutkan, menjelang Idul Fitri tahun lalu, BPOM menemukan 132.259 kemasan pangan impor yang tidak memenuhi syarat. 

"Nilainya mencapai Rp 3,3 triliun," kata Suroso. Dari total tersebut, produk pangan impor ilegal yang rusak mencapai 3 persen, kadaluarsa 31 persen, tanpa izin edar 44 persen dan pangan tidak memenuhi ketentuan label 22 persen.

"Yang tanpa izin edar terbesar dari Malaysia, China, Thailand, dan Jepang," ucapnya. Produk pangan impor ilegal tersebut, kata dia, banyak ditemukan di perbatasan seperti Pontianak, Padang, Batam, Medan, dan Pekanbaru. [oer]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ekspor Impor
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini