Warga Miskin Indonesia Bertambah 13 Juta Orang

Jumat, 30 September 2022 09:32 Reporter : Siti Ayu Rachma
Warga Miskin Indonesia Bertambah 13 Juta Orang Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Jutaan masyarakat kelas menengah ke bawah Indonesia masuk ke dalam jurang kemiskinan. Hal ini merujuk pada laporan world bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2022, Jumat (30/9).

Penambahan masyarakat miskin di Indonesia karena adanya perubahan basis perhitungan yang dilakukan world bank yakni berdasarkan purchasing power parities (PPP) 2017, sementara basis perhitungan yang lama PPP 2011.

Pada PPP 2017, bank dunia menetapkan garis kemiskinan ekstrem yaitu USD 2,15 per orang per hari. Sebelumnya di PPP 2011 hanya USD 1,90 per hari.

Sementara untuk kelas penghasilan menengah ke bawah dinaikan oleh bank dunia menjadi USD 3,65 per orang per hari yang sebelumnya USD 3,20 per hari pada PPP 2011. Sedangkan garis kelas berpenghasilan menengah ke atas direvisi dari USD 5,50 (2011 PPP) hingga USD 6,85 (2017 PPP).

Dengan metode baru, jumlah orang miskin yang diukur meningkat sebesar 33 juta pada garis kemiskinan kelas menengah ke bawah dan sebesar 174 juta pada garis kelas berpenghasilan menengah atas. Perubahan ini didorong oleh peningkatan kemiskinan di dua negara terpadat yakni China dan Indonesia.

Kedua negara ini bersama-sama menyumbang lebih dari 85 persen peningkatan daerah dalam jumlah penduduk miskin.

2 dari 2 halaman

Rincian Penambahan Orang Miskin di Indonesia

Terinci ada sebanyak 13 juta orang kelas menengah bawah di indonesia yang turun level menjadi miskin. kemudian untuk negara China sendiri ada 18 juta orang kelas menengah bawah turun kelas menjadi miskin.

Untuk kelas menengah atas yang turun kelas di Indonesia mencapai 27 juta orang. Sementara pada orang kelas menengah atas di China yang turun kelas sebesar 115 juta orang.

Faktor yang paling penting adalah perubahan tingkat harga di negara lain terutama Amerika Serikat. Harga relatif yang lebih tinggi menyiratkan penurunan daya beli, sehingga menghasilkan kemiskinan yang lebih tinggi.

"Atas dasar perubahan ini, dunia internasional garis kemiskinan ekstrem, yang diturunkan sebagai median garis kemiskinan nasional negara-negara berpenghasilan rendah," tulis Bank Dunia. [idr]

Baca juga:
Ada Ancaman Resesi, Kemiskinan RI Bisa Turun Hingga 7,5 Persen?
Dedi Mulyadi Robohkan Rumah Janda di Purwakarta Sebelum Ngantor ke DPR
Tak Mampu Bayar Ambulans, Istri Payungi dan Tangisi Jenazah Suami di Mobil Pikap
Kemiskinan Berpotensi Naik Capai 10,3 Persen Akibat Kenaikan Harga BBM
DPR Soal Konversi Kompor Listrik: Jangan Tambah Beban Masyarakat Miskin
Solo Disebut Kota Termiskin di Jateng, Gibran: Terima Kasih, Kita Genjot Lagi
Anies Pimpin Peringatan Rapat ke-77 IKADA, Singgung Soal Keadilan Sosial

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini