Warga Mamasa Keluhkan Harga Gas 3 Kg Mahal, Capai Rp40.000 per Tabung

Sabtu, 27 Maret 2021 18:22 Reporter : Ahmad Udin, Anggun P. Situmorang
Warga Mamasa Keluhkan Harga Gas 3 Kg Mahal, Capai Rp40.000 per Tabung gas 3 kg. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Harga jual tabung gas bersubsidi 3 Kilogram (Kg) di beberapa kabupaten Sulawesi Barat mencapai Rp30.000 sampai Rp40.000 per tabung jelang Ramadan 2021. Padahal harga eceran tertinggi (HET) tabung gas di pangkalan hanya mencapai Rp17.000 per tabung.

Salah seorang warga Desa Balla, Kabupaten Mamasa yang tidak ingin disebut namanya, mengatakan harga tabung gas ini sangat mencekik bagi masyarakat miskin. "Harga jual tabung elpiji 3 Kg saat ini di Mamasa masih mencapai Rp30.000 sampai Rp40.000. Kalau tidak percaya silahkan tanya langsung di sini," ujarnya, Sabtu (27/3).

Dia meminta kepada pemerintah terkait, untuk bisa melihat dan mengevaluasi kembali semua pangkalan di Kabupaten Mamasa. Sebab apabila ini dibiarkan, lebih baik status subsidinya dicabut daripada salah sasaran.

"Kami dari masyarakat Kabupaten Mamasa, meminta agar harga tabung gas elpiji 3 Kg bisa kembali normal dan sama dengan harga daerah lain sesuai dengan HET. Tabung itu bersubsidi dan tentunya harus dinikmati masyarakat kecil bukan orang - orang berduit yang nikmati," jelasnya.

Dia melanjutkan, pemerintah harus menyelidiki permainan harga yang dilakukan pengecer maupun pangkalan. Permainan harga tersebut bisa terjadi tentu dimulai dari pangkalan.

"Ini baru-baru saya membeli tabung gas elpiji dengan harga Rp35.000 di pengecer bahkan ada yang jual Rp40.000 sampai Rp45.000 per tabung. Ini kan sudah mencekik leher penerima tabung subsidi," terangnya.

Di tempat terpisah, Merdeka.com mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada Kabid Perdagangan Kabupaten Mamasa, Wardiansah. Kata dia, selama ini pihaknya sudah turun ke lapangan guna memantau harga penjualan tabung 3 Kg di setiap pangkalan. Dia menyebutkan, harga jual pangkalan 3 Kg hanya Rp19.000 per tabung.

"Karena jarak dari kota Mamasa ke kecamatan, jarak tempuhnya cukup jauh. Sehingga kami tidak tahu harga dari agen ke pangkalan, pangkalan ke pengecer." singkat Wardiansah. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini