Wapres Sebut New Normal jadi Peluang Industri Halal dan UMKM

Kamis, 4 Juni 2020 18:45 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Wapres Sebut New Normal jadi Peluang Industri Halal dan UMKM Maruf Amin. ©2019 dok.Setwapres RI

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin menyebut bahwa dalam masa transisi menuju new normal, pemerintah terus berupaya mengkaji penerapannya agar tetap aman dari Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap produktif agar mampu mendorong pergerakan ekonomi, termasuk ekonomi syariah.

"Pemberlakuan tatanan baru membuat aspek kesehatan dan higienitas menjadi hal yang mutlak. Di sinilah peluang industri halal yang jika diterapkan secara baik, InsyaAllah dapat menjadi pilihan," ujar Wapres Ma’ruf Amin ketika menjadi narasumber Webinar Nasional UIN bertemakan 'Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life', Kamis (4/6).

Wapres mengimbau agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sebagian besar merupakan pelaku ekonomi syariah, dapat turut menyediakan berbagai produk dan jasa terkait kesehatan, seperti masker, hand sanitizer dan pelindung wajah (face shield).

Selain itu, perubahan kebiasaan masyarakat perlu mendapat perhatian pelaku ekonomi syariah.

"Contohnya, transaksi perbankan akan lebih fokus pada layanan internet banking, sementara pembelanjaan produk juga akan semakin fokus pada transaksi online," terang Wapres.

1 dari 1 halaman

Adaptasi

Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya beradaptasi sesuai kondisi. Pelaku ekonomi syariah harus bisa menyesuaikan diri dengan memanfaatkan teknologi digital dan transaksi online dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengungkapkan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia melakukan refocusing dan realokasi anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN), serta pelebaran defisit. Hal ini ditujukan untuk memberikan keleluasaan dalam menangani permasalahan kesehatan serta menyediakan anggaran bantuan sosial yang cukup besar.

"Pemerintah juga memberikan stimulus, baik fiskal maupun non-fiskal serta memastikan anggaran tersedia untuk program pemulihan ekonomi," ucapnya.

Wapres berpesan agar semua pihak senantiasa menggelorakan dan mempromosikan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia agar terus berkembang dan mencapai potensinya, terutama dalam tatanan baru pandemi Covid-19. [idr]

Baca juga:
Jokowi Minta Kawasan Tambang hingga Industri yang Minim Risiko Covid-19 Dilonggarkan
Industri HPTL Butuh Regulasi Khusus untuk Kepastian Usaha
Gairahkan Ekonomi, Pemerintah Jokowi Bakal Fokus ke Sektor Konsumsi dan Investasi
Produksi Jutaan APD, Sandiaga Sebut Pengusaha Ini Bantu Negara Lawan Corona
Kemenperin: Pelaku Industri Makanan dan Minuman Siap Jalankan Tatanan Kenormalan Baru
Indonesia Akan Ekspor APD ke Korea Selatan dan Amerika Serikat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini