Wapres Maruf: Ancaman Resesi Global dan Kelesuan Ekonomi Kian Nyata

Kamis, 6 Oktober 2022 16:32 Reporter : Sulaeman
Wapres Maruf: Ancaman Resesi Global dan Kelesuan Ekonomi Kian Nyata Wapres Maruf Amin. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres), Maruf Amin mengingatkan pemerintah khususnya negara berkembang untuk bersiap menghadapi resesi global. Dia menilai, peluang terjadinya resesi global kian besar setelah sejumlah bank sentral ramai-ramai menaikkan suku bunga acuan dalam menghadapi lonjakan inflasi.

"Ancaman resesi dan sinyal kelesuan ekonomi global semakin menguat, bahkan banyak Bank Sentral merespons dengan menaikkan suku bunga acuan guna menahan laju inflasi," katanya dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival 2022 di JCC Senayan, Kamis (6/10).

Wapres Maruf mencontohkan, peluang besar terjadinya resesi global tercermin dari persoalan yang sama dialami banyak negara. Yakni, mulai dari krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan yang menyelimuti semua negara.

"Pemulihan yang tengah kita perjuangkan saat ini masih berhadapan dengan realita (ekonomi) global yang murung. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan menjadi awan gelap yang menyelimuti semua negara," tekannya.

Meski begitu, posisi ekonomi Indonesia tengah diuntungkan atas kenaikan beberapa komoditas hingga terjaganya tren pemulihan ekonomi nasional.

2 dari 2 halaman

Kinerja Ekonomi Syariah

Selain itu, kinerja ekonomi syariah yang semakin menguat telah memberi daya dukung bagi stabilitas ekonomi nasional, karena teruji dalam melewati siklus ekonomi. Hal ini ditandai dengan terus membaiknya peringkat ekonomi syariah dikancah internasional.

Ekonomi syariah juga dapat diandalkan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan. Ini karena ekonomi syariah bertumpu pada sektor riil sehingga berperan penting dalam pengamanan pasokan nasional.

"Kita patut bersyukur karena peringkat ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tingkat global sangat baik. Hal ini bisa kita capai karena adanya sinergi erat di antara semua pemangku kepentingan, tidak terkecuali Bank Indonesia," pungkasnya.

Baca juga:
Puan Soal Resesi 2023: Tak Ada Negara yang Mampu Hadapi Sendirian
Tak Hanya Resesi, Dunia Dihadapkan dengan Ancaman Perang Nuklir
Negara Berkembang Harus Waspada Tren Aliran Modal Keluar, Apa Dampaknya?
Sesuai Perkiraan Jokowi, Uni Eropa Mulai Rasakan Gejala Resesi Ekonomi
Cara Menghadapi Resesi 2023, Berikut Tips Mengelola Keuangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini