Wapres Ma'ruf Amin Prediksi Ekonomi Kuartal II Tumbuh Negatif

Senin, 13 Juli 2020 12:54 Reporter : Anisyah Al Faqir
Wapres Ma'ruf Amin Prediksi Ekonomi Kuartal II Tumbuh Negatif pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah telah memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Mulai dari bantuan sosial tunai, sembako, sampai menanggung biaya tagihan listrik bagi sebagian pelanggan PLN. Sayangnya, berbagai bantuan itu tidak mampu menahan penurunan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di kuartal I-2020. Pertumbuhan ekonomi malah mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menilai, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 jug masih akan tumbuh negatif.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal I sudah mengalami perlambatan, hanya tumbuh 2,97 persen. Diperkirakan akan tumbuh negatif pada kuartal II ini," kata Ma'ruf Amin saat menyampaikan Keynote Speech di acara Launching Buku Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi, Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional, Jakarta, Senin (13/7).

Menurut Ma'ruf Amin, kondisi ini dipicu oleh pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah tempat. Sebab, selama PSBB berlangsung roda ekonomi di beberapa sektor berhenti atau berjalan lambat.

"Adanya PSBB sangat berpengaruh pada kegiatan ekonomi," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Untuk itu, kata Ma'ruf, selain melakukan berbagai upaya pengendalian penyebaran virus, penting juga untuk menahan dampak ekonomi. Agar perekonomian Indonesia tidak terpuruk terlalu dalam dan bisa bangkit kembali.

1 dari 1 halaman

Mulai Aktivitas Ekonomi

ekonomi rev1

Demi mendorong ekonomi, pemerintah memutuskan untuk mulai melakukan pembukaan aktivitas ekonomi dengan syarat tertentu. Hal ini yang dimaksud dengan dengan tatanan baru.

Masa normal baru (new normal) dimaknai sebagai upaya kembali membuka aktivitas ekonomi secara selektif. Pembukaan ini dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan.

"A new normal yaitu sebuah upaya untuk kembali membuka secara selektif gerak roda perekonomian tetapi secara bersamaan kita menerapkan protokol pencegahan covid 19 secara ketat. Inti tatanan baru adalah melakukan perubahan," kata dia.

Perubahan perilaku masyarakat terutama dalam hal kebiasaan menggunakan masker dan menjaga jarak menjadi syarat penting. Sisi lain, pelaku ekonomi dituntut agar lebih kreatif dalam menyediakan layanan dan inovasi produk yang tepat untuk kepentingan pencegahan covid 19.

"Untuk mendorong pertumbuhan tersebut dibutuhkan gagasan baru, sumbangan pemikiran konstruktif dari berbagai pihak tentu sangat dibutuhkan," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
Menkop Teten: Koperasi Jadi Penyelamat Ekonomi Saat Krisis
Menko Luhut Dorong Kaltim Genjot Hilirisasi Selamatkan Ekonomi Imbas Pandemi
Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Semester I di Kisaran Minus 0,4 - 1,1 Persen
Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Bos BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga
Sri Mulyani: Kemerosotan Ekonomi Kuartal II Sangat Drastis, Kita Perlu Waspada
Erick Thohir: Ekonomi RI Baru Bisa Pulih 100 Persen di Kuartal I-2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini