Wapres Ma'ruf Amin: Kalau Ekonomi Syariah Tidak Maju, Keterlaluan!

Jumat, 15 November 2019 15:24 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres Ma'ruf Amin: Kalau Ekonomi Syariah Tidak Maju, Keterlaluan! Wakil Presiden Maruf Amin. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Pemerintah tengah mengejar pengembangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia. Salah satu caranya dengan seluruh kementerian ikut terlibat menerapkan prinsip syariah.

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, mengungkapkan pimpinan lembaga dan kementerian ekonomi ikut terlibat dalam konsep pengembangan keuangan dan ekonomi syariah. Mulai dari Presiden Joko Widodo hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani. Oleh sebab itu kata dia, jika ekonomi dan keuangan syariah tidak berkembang keterlaluan.

"Presiden pun sudah menjadi Ketua KNKS. Jadi kalau (ekonomi dan keuangan syariah) tidak maju ini memang keterlaluan," ujar Wapres Ma'ruf saat menghadiri Silaturahmi Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (15/11).

Sebab itu, Wapres Ma'ruf mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah lebih cepat. Dia menerangkan, jangan lagi menggunakan pedoman 'alon-alon asal klakon'.

"Karena harus ada akselerasi, kita harus cepat karena kita sudah banyak ketinggalan, tapi harus tepat bekerjanya, dan kita harus bekerja memberikan manfaat dampak (ekonomi syariah) yang besar," ujar Wapres Ma'ruf.

1 dari 2 halaman

Percepat Pertumbuhan Keuangan Ekonomi Syariah, Ini Rekomendasi Bos BI

Bank Indonesia (BI) mengaku telah memiliki sejumlah formulasi untuk mempercepat pertumbuhan keuangan ekonomi syariah di Indonesia. Caranya dengan mengubah paradigma yang biasa dilakukan oleh pelaku ekonomi dan perbankan.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, salah satu upaya mempercepat ekonomi syariah bisa dilakukan dengan mendorong sektor perbankan untuk beralih ke digitalisasi. Dia menilai, jasa keuangan yang saat ini terurai merupakan imbas dari ketidaksiapan perbankan melakukan digitalisasi dengan sistem terbuka.

"Mereka tidak menembangkan transfer teknologi yang cepat dan membuat aplikasi, mereka tidak mengubah sistem jasa keuangan mereka. Ini yang saya dorong agar mereka memberi layanan terbuka dengan teknologi digital agar dapat menyediakan banyak aplikasi. Dari perbankan digital menuju perbankan terbuka," kata Perry ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).

Sejalan dengan itu, Perry juga akan mendorong sekaligus mempromosikan para pelaku fintech agar mengikuti jejak perbankan untuk menerapkan sistem terbuka.

"Bagaimana mengelola financing menjadi aset terbuka. Tapi bukan dengan menciptakan perbankan bayangan tapi terintegrasi dengan teknologi," imbuh dia.

Kemudian langkah selanjutnya yakni dengan mendorong startup untuk berperan aktif dalam meningkatkan ekonomi syariah di Tanah Air. Perry menginginkan agar anak-anak muda pendiri startup menyalurkan keuangannya lebih luas lagi, baik disektor pertanian, umkm, dan wakaf.

"Kami juga sedang mengembangkan pembayaran cepat BI. Dalam 24 jam itu infrastruktur yang akan menggantikan sistem ritel pembayaran kita. Dari desa saya bisa melakukan transfer dengan cepat," tandas dia.

2 dari 2 halaman

Teknologi Digital Bisa Percepat Keuangan Syariah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta kepada para pelaku ekonomi dan keuangan syariah untuk terus memanfaatkan perkembangan teknologi. Mengingat, kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi akan membuat nilai ekonomi dan keuangan syariah semakin tumbuh pesat.

"Saya ingin berbicara dalam pertemuan ini bagaimana teknologi digital bisa mempercepat keuangan ekonomi syariah di Indonesia dan di mana saja. Bagaimana transformasi teknologi ini bisa melayani lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan umat," ujarnya di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).

Dia meyakini melalui digitalisasi, kegiatan ekonomi dan keuangan syariah ke depan akan memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. Tak hanya di kota-kota besar namun juga menjangkau daerah-daerah kecil lainnya.

"Saya bertanya ke diri saya dapatkah ekonomi syariah mempercepat kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan secara cepat. Apakah kita bisa melakukan itu? Jawaban saya adalah iya," ujar Perry.

Melalui digitalisasi, kegiatan ekonomi dan keuangan syariah juga akan memudahkan masyarakat di daerah untuk berkegiatan ekonomi. Misalnya, petani dan pelaku UMKM di daerah yang membutuhkan pendanaan bisa difasilitasi oleh perusahaan finansial berbasis teknologi (fintech) syariah.

"Transformasi digital dapat mempercepat pendanaan ekonomi islam dari desa kecil saya di Solo, Jawa Tengah sampai ke Abuja di Nigeria. Cukup. dengan sekali klik di telepon genggam," pungkas dia.

[bim]

Baca juga:
Milenial Diharapkan Bisa Kerek Industri Halal di Indonesia
Taspen Bentuk Unit Investasi Syariah Januari 2020
Indonesia akan Belajar dari Malaysia Soal Pengelolaan Keuangan Syariah
Banyak Peminat, Industri Makanan Halal Punya Potensi Paling Besar
Percepat Pertumbuhan Keuangan Ekonomi Syariah, Ini Rekomendasi Bos BI
Bos BI: Teknologi Digital Bisa Percepat Keuangan Syariah

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini