Wapres: Kinerja Pasar Modal Syariah Alami Perlambatan Akibat Pandemi Covid-19

Kamis, 15 Juli 2021 10:40 Reporter : Dwi Aditya Putra
Wapres: Kinerja Pasar Modal Syariah Alami Perlambatan Akibat Pandemi Covid-19 Wapres Maruf Amin. ©Istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin mengatakan menyebut bahwa kinerja pasar modal syariah telah mengalami perlambatan, seiring adanya pandemi Covid-19. Perlambatan tersebut terjadi khususnya untuk kinerja saham syariah dan reksadana syariah.

Berdasarkan laporan OJK, market share saham syariah baru mencapai 47 persen, dengan 457 saham syariah dan total kapitalisasi pasar sebesar Rp3.336 triliun. Sementara market share reksadana syariah mencapai 7,1 persen, dengan 291 reksadana syariah serta nilai aktiva bersihnya senilai Rp38 triliun.

Kemudian, market share Sukuk negara terhadap obligasi negara saat ini sebesar 18 persen. Sementara, market share Sukuk korporasi terhadap obligasi 7,2 persen.

"Oleh karenanya, situasi ini diperlukan suatu inovasi bersama, yang dapat berperan sebagai katalisator perluasan market yang lebih inklusif dan berkesinambungan," ujarnya dalam konferensi internasional dengan tema utama The Future of Islamic Capital Market: Opportunities, Challenges, and Way Forward, Kamis (15/7).

Wapres Maruf mengatakan, keberadaan pasar modal syariah memiliki peran penting sebagai sumber pendanaan dan juga investasi bagi masyarakat. Oleh karenanya dia melihat terdapat dua tantangan utama yang harus dihadapi dalam upaya pengembangan dan perluasan pasar ke depan.

Baca Selanjutnya: Apa Saja Tantangan Tersebut?...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini