Wapres Jusuf Kalla: Bagus Rupiah melemah, bisa tingkatkan ekspor

Senin, 2 Maret 2015 20:33 Reporter : Sri Wiyanti
Wapres Jusuf Kalla: Bagus Rupiah melemah, bisa tingkatkan ekspor Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Rupiah kembali tidak berdaya menghadapi kekuatan USD dan sentimen global. Menurut data Bank Indonesia, Rupiah menyentuh angka Rp 12.993 per USD.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, nilai tukar Rupiah terhadap USD dipengaruhi berbagai faktor, utamanya kondisi perekonomian dunia. Sementara untuk fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat.

"Ya itu kan hubungannya dengan ekonomi China dengan Eropa. Macam-macamlah pengaruh. Eropa melemah karena Yunani, Spanyol. Akibatnya dolar menguat. Itu antara lainnya," ujar JK di kantornya, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (2/3).

Meski nilai tukar Rupiah anjlok, Indonesia harus bisa memanfaatkan kondisi kondisi ini. Dalam pandangannya, ini saatnya meningkatkan aktivitas dan kinerja ekspor Indonesia. Di sisi lain, aktivitas impor ditekan.

"Tentu kita juga harus perhatikan masalah-masalah kita juga, apa yang memperkuat ekspor kita lebih lanjut. Kalau Rupiah melemah artinya ekspor akan naik. Hal bagus. Pendapatan rakyat lebih banyak ekspor, impor akan lebih sulit," imbuh JK.

Terkait dengan ekspor Indonesia yang masih lebih banyak berupa komoditas yang harganya sedang turun di pasar internasional, JK menampik dengan menyebut ekspor berupa manufaktur juga tidak kalah besar.

"Ya, kita ada ekspor mineral, ada ekspor komoditi. Ada juga ekspor manufacturing. Kita ekspor baju, tekstil, alat-alat listrik, kita ekspor juga mobil, itukan manufaktur semua. Tidak berarti hanya beras saja. Kita ekspor kedua-duanya. Kita lebih banyak ekspor manufacturing sebenarnya kalau segi di luar batu bara ya," papar JK. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini