Wapres JK Desak Penyelesaian Perundingan 3 Perjanjian Perdagangan Bebas di Akhir 2019

Rabu, 7 Agustus 2019 13:20 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres JK Desak Penyelesaian Perundingan 3 Perjanjian Perdagangan Bebas di Akhir 2019 Wapres JK Soal Perdagangan Bebas. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta jajaran menterinya menyelesaikan perundingan kerjasama perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara kawasan pada akhir tahun. Dia menjelaskan fokus kerjasama ini untuk mendorong sektor industri serta ekspor agar mempunyai pasar yang kuat.

"Saya kasih target semua, menteri perdagangan dan menteri lain, untuk mempercepat perundingan. Akhir tahun ini selesai perundingan," kata Wapres JK di acara Seminar Market Outlook Bank Mandiri, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (7/8).

Wapres JK menjelaskan, setelah ada kesepakatan perjanjian pada Maret lalu, masih ada tiga perundingan yang bisa diselesaikan akhir tahun ini. "Dengan perjanjian kerjasama antara Indonesia dengan negara asing dan kawasan global, secara tidak langsung investasi dan ekspor produk dalam negeri akan meningkat," lanjutnya.

Selanjutnya, semua itu akan berdampak pada penyediaan lapangan kerja dan pengurangan tingkat kemiskinan bagi masyarakat. Dia menjelaskan dengan adanya kerjasama ini secara tidak langsung akan meningkat ekspor dan impor.

"Karena tanpa multilateral atau bilateral agreement antara negara-negara yang memiliki pasar yang besar tersebut kita akhirnya akan mandek, dan kalau sudah mandek ekspornya tentu investasi tentu sulit masuk indonesia," ungkap Wapres JK.

Kemudian, menurut Wapres JK, saat ini Indonesia bersaing dengan negara Thailand dan Vietnam. Tidak hanya itu untuk membangun bangsa yang kuat, para pengusaha dalam negeri juga agar mencari cara untuk berinvestasi dan menurunkan bunga deposito.

"Karena kalau hanya deposito akan senang senang saja makan dari bunga ya kalau tidak ya di investasikan saja."

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) di Jakarta, Senin (4/3).

Perjanjian perdagangan bebas ini ditandatangani langsung oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham serta disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini