Wamenkeu nilai anggaran sertifikasi guru masih sia-sia

Selasa, 21 Maret 2017 11:35 Reporter : Moch Wahyudi
mardiasmo. ©blogspot.com

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memastikan pihaknya telah berkomitmen mengalokasikan sebesar 20 persen anggaran negara untuk pendidikan. Ini sesuai amanat Pasal 31 ayat 4 Undang-Undang dasar dan pasal 49 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Namun, dia menyayangkan, hingga saat ini pemanfaatan alokasi anggaran tersebut belum maksimal.

"Sebanyak 20 persen dari Rp 2.000 triliun itu sekitar Rp 400 triliun. It's a huge money ditambah alokasi anggaran pendidikan dari setiap pemerintah daerah," ujarnya saat menyampaikan pidato kunci dalam konferensi pendidikan internasional, di Jakarta, Selasa (21/3).

Namun, lanjutnya, bagaimana meningkatkan efesiensi dan efektivitas penggunaan anggaran tersebut?

"Masih banyak sekolah tak layak dan juga utilisasinya yang tak pas."

Dia mencontohkan, anggaran untuk sertifikasi guru tak banyak terpakai. Sebab, banyak guru tak lulus sertifikasi.

"Alokasi anggaran sertifikasi banyak yang waste karena banyak guru tak perform dan tak mendapatkan sertifikasi," katanya.

Hal tersebut, katanya, menurunkan kualitas guru. "Sudah mutu tak bagus, banyak guru hanya mau berkumpul di kota besar. Sedikit yang di daerah terpencil," katanya.

"Pemerataan dan peningkatan kualitas guru sangat penting untuk memajukan pendidikan di Indonesia."

[sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.