Wamenkeu: Dunia Usaha Tengah Mati Suri Akibat Corona

Jumat, 10 Juli 2020 11:37 Reporter : Merdeka
Wamenkeu: Dunia Usaha Tengah Mati Suri Akibat Corona Wamenkeu Suahasil Nazara. ©2019 Humas Kemenkeu

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, kondisi dunia usaha saat ini memang sedang tidak sehat. Di mana daya beli masyarakat belum pulih benar, sehingga insentif yang diberikan kepada pelaku usaha dirasa belum memberikan manfaat secara signifikan.

"Saat ini dunia usaha itu sedang dalam kondisi yang agak tertekan. Ibaratnya mati suri, ya enggak apa-apa. Tapi jangan sampai mati beneran," ujarnya dalam diskusi daring Breakfast Forum Strategi Pemerintah dan Dunia Usaha di Fase New Normal, Jumat (10/7).

"Tapi insentif pajak ini memang kita siapkan supaya kalau yang sedang mati suri nanti ketika dia mau naik, dia pakai insentif pajak itu," imbuh dia.

Insentif pajak ini, bukan hanya berlaku di tahun 2020, melainkan berkelanjutan. Sehingga dapat berguna bagi pelaku usaha di kemudian hari untuk pulih dan membangkitkan kembali usaha mereka.

"Penurunan tarif PPh untuk badan itu bukan hanya untuk 2020. (Lanjut ke) 2021, 2022, nanti akan turun dari 25 persen, sekarang turun ke 22 persen, nanti akan turun ke 20 persen. Jadi ini bukan hanya insentif untuk tahun ini," urai dia.

Suahasil menambahkan, untuk prosedur administrasi restitusi pajak juga tidak hanya berlaku untuk waktu dekat, melainkan untuk seterusnya.

Sebagai informasi, adapun rincian insentif usaha melalui pajak di antaranya; PPH 21 DPT senilai Rp 39,66 triliun, pembebasan PPH 22 impor Rp 14,75 triliun, pengurangan angsuran PPh 25 Rp 14,40 triliun. Kemudian juga pengembalian pendahuluan PPN Rp 5,80 triliun, penurunan tarif PPh Badan Rp 20,00 triliun, dan stimulus lainnya senilai Rp 26,00 triliun.

Baca Selanjutnya: 365831 WP Terima Insentif Pajak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini