Vitalnya Peran Data Majukan Pertanian Indonesia

Sabtu, 25 September 2021 14:00 Reporter : Sulaeman
Vitalnya Peran Data Majukan Pertanian Indonesia panen padi. shutterstock

Merdeka.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terus menginginkan kehadiran data dan informasi statistik yang bebas dari kepentingan. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan sektor pertanian Indonesia lebih maju.

"Oleh karena itu, bagi saya data sumber informasi yang tidak boleh terakrobatisasi atau bias dari kepentingan yang ada," tegasnya dalam seminar Hari Statistik Nasional, Sabtu (25/9).

Upaya lainnya, imbuh Menteri Syahrul, untuk mendukung sektor pertanian Indonesia menjadi maju juga diperlukan data dan informasi statistik yang mempunyai tingkat akurasi tinggi. Mengingat, data statistik merupakan sumber utama untuk perencanaan berbagai kebijakan terkait pertanian.

"Maka, data tidak boleh salah, karena data menentukan arah kebijakan. Karena awal dari perencanaan, akhir dari semua keberhasilan harus dimulai dari data yang akurat dan benar," tekannya.

Maka dari itu, dia meminta kepada seluruh pemangku kepentingan terkait menjadikan Hari Statistik Nasional kali ini sebagai momentum mewujudkan data dan informasi statistik yang berkualitas. Yakni bebas dari kepentingan dan mempunyai akurasi tinggi.

"Mari kita terus meningkatkan kesadaran pentingnya mewujudkan data statistik yang berkualitas untuk hadirnya Indonesia yang makin maju, mandiri, tangguh, dan tumbuh menjadi negara modern," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Mentan SYL: Perkuat Peran SDM Pertanian untuk Tingkatkan Produksi Pertanian

perkuat peran sdm pertanian untuk tingkatkan produksi pertanian rev1

Kementerian Pertanian (Kementan) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Islam Makassar (UIM) sebagai tindak lanjut memperluas sinergi dengan perguruan tinggi dalam membangun pertanian yang maju, Sabtu (5/6/21). Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda sebagai SDM pertanian dalam peningkatan produksi pertanian melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan saat ini para generasi muda telah masuk di era teknologi digital sehingga perlu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi. Para generasi muda didorong mengambil peran khususnya dalam bidang pertanian melalui berbagai kegiatan yang produktif.

"Pertanian saat ini tidak sama lagi dengan pertanian sebelumnya. Kita masuk pertanian internet of thinking, menggunakan artificial intelegent, satelit sudah main, pertanian itu keren," ujar Mentan SYL dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-55 Sekaligus Wisuda Sarjana dan Profesi, Pascasarjana Mahasiswa UIM dan penandatangan MoU Kementan dengan UIM.

Melansir data BPS, sektor pertanian tumbuh positif pada triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen q to q. Ekspor produk pertanian juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Nilai ekspor kumulatif selama Januari- Desember 2020 mencapai 451,8 triliun atau meningkat 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar 390,2 triliun.

"Besok, kalian (mahasiswa,- red) yang harus terjun. Pertanian itu bukan hanya tentang makan. Pertanian itu lapangan kerja. Pertanian itu memperkuat perekonomian suatu daerah, dalam krisis apapun jawabannya pangan mu aman," tegas SYL.

Oleh karena itu, mantan Gubernur Sulsel dua periode ini mendorong para lulusan UIM untuk terlibat dalam kemajuan sektor pertanian mulai dari hulu hingga hilir dengan membangun pertanian berskala ekonomi dan bisnis dengan melibatkan teknologi pertanian yang modern. UIM salah satu perguruan tinggi yang menjadi rumah inovasi teknologi dan mengorganisir petani ke dalam korporasi pertanian.

"Besok jadilah sarjana dari UIM dengan karakter bugis, islam dan makassar. Hadirlah para sarjana yg komunikator di masyarakat, jadilah benar dengan cita cita tinggi, cerdas dan bersih," ucapnya.

Pada kesempatan ini, Kementan menandatangani MoU dengan UIM pada beberapa subsektor diantaranya dengan Direktorat Tanaman Pangan, Direktorat Perkebunan, Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Rektor UIM, Andi Majdah M Zain mengatakan UIM menjadi universitas dalam mempersiapkan SDM yang unggul dalam menyambut Indonesia maju dan modern. UIM menyadari bahwa SDM memberikan supporting sistem yang penting dalam menggerakkan organisasi.

"UIM terus berupaya meningkatkan tenaga dosen serta terus meningkatkan kemampuan dalam skill dalam penguasaan teknologi dan informasi sehingga mampu menopang kinerja UIM yang lebih baik, efisien dan optimal,"kata nya.

Majdah juga mengatakan UIM saat ini telah membangun sistem terintegrasi yang meliputi sistem akademik, learning management system, sistem informasi keuangan dan kepegawaian serta ditunjang dengan penyediaan internet yang di setiap sudut kampus

"Melalui MoU dengan Kementan kita berharap UIM dapat meningkatkan perannya dalam masyarakat dan melahirkan sarjana yang kompetitif dan penelitian yang inovatif yang bisa dimanfaatkan dalam dunia pertanian," tutup Majdah.

[bim]

Baca juga:
Menko Airlangga 'Nyebur' ke Sawah Rasakan Langsung Pertanian Pintar
Demi Menjaga Padi, Si Abah Rela Tinggal Seorang Diri di Gubuk Sederhana Tengah Sawah
Pemerintah Terus Genjot Akses KUR untuk Petani Milenial
Dorong Simalungun Jadi Lumbung Logistik Sumut, Gubernur Minta Pemkab Lakukan Ini
Ridwan Kamil Targetkan 1.000 Anak Muda jadi Petani Milenial pada 2022
Kementan Harap Holding BUMN Pangan Mudahkan Koordinasi Perencanaan
Erick Thohir Minta Lahan Bekas Tambang Diolah Jadi Pertanian Rakyat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini