Virus Corona Tempatkan Ekonomi Jepang di Tepi Jurang Resesi

Selasa, 7 April 2020 17:01 Reporter : Sulaeman
Virus Corona Tempatkan Ekonomi Jepang di Tepi Jurang Resesi Jepang. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ekonom senior Japan Center for Economic Research (JCER), Jun Saito, mengatakan bahwa Jepang telah mengalami pukulan berat karena pandemi virus corona. Imbasnya, Jepang berada di ujung jurang resesi ekonomi.

Menurutnya, perekonomian Jepang sudah mulai melambat sejak akhir 2018, akibat ketegangan perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Hal tersebut diperparah oleh kenaikan pajak konsumsi pada 2019 di Oktober.

"Ini kemungkinan besar akan disebabkan oleh guncangan yang tidak seimbang, dari faktor permintaan dan penawaran," kata Saito dilansir CNBC pada Selasa (7/4).

Selain itu, keputusan untuk menunda pelaksanaan olimpiade dan Paralympic pada 2020 yang merupakan ajang kompetisi olahraga terbesar di dunia, merupakan sebuah pil pahit yang harus ditelan negeri sakura.

Mencegah jatuhnya ekonomi Jepang secara bebas, setidaknya tiga kebijakan yang harus diambil pemerintah setempat, yakni dukungan modal untuk pengembangan vaksin dan obat-obatan untuk melawan virus corona, hingga pemberian tunjangan terhadap pekerja yang di PHK.

Sementara itu, analis senior keuangan Asia-Pacific financials CreditSig, David Marshall menyebut Menteri Keuangan jepang Taro Aoso jahat. "Bisa kita katakan (jahat), karena muncul dengan jumlah besar untuk menyenangkan politisi."

Setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan dana pengeluaran kebijakan fiskal untuk memerangi wabah virus corona hingga 39 triliun yen atau setara USD 357 miliar, menurut laporan Reuters yang mengutip Jiji, kantor berita lokal jepang.

Sedangkan disaat yang sama, pada Selasa (6/4) pukul 12.00 waktu setempat, Jepang mengkonfirmasi lebih dari 3.600 jiwa penduduknya terjangkit infeksi oleh coronavirus.

1 dari 1 halaman

Krisis Ekonomi Mengancam Singapura Akibat Virus Corona

mengancam singapura akibat virus corona rev1

Ekonomi Singapura disinyalir memasuki resesi akibat wabah virus corona atau COVID-19. Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, Singapura tengah bersiap menghadapi pukulan keras di kuartal mendatang.

"Dampaknya akan signifikan setidaknya dalam beberapa kuartal mendatang. Ini adalah wabah yang sangat hebat," kata Lee Hsien Loong dalam wawancara video yang diunggah di halaman akun Facebooknya, Jumat (14/2).

"Saya tidak bisa mengatakan apakah kita akan mengalami resesi atau tidak. Itu mungkin, tapi pasti perekonomian kita akan terpukul," kata Lee dalam sambutannya kepada media di bandara utama Changi, Singapura dikutip Antara.

Lee mengatakan, bisnis di bandara terpukul dengan pengurangan sepertiga jumlah penerbangan.

Singapura pada dasarnya telah melarang semua pengunjung dari China, sumber wisatawan terbesarnya. Sementara beberapa negara telah menyarankan untuk tidak bepergian ke Singapura yang memiliki salah satu jumlah keseluruhan infeksi virus tertinggi di luar China pada angka 58.

Sektor manufaktur dan perdagangannya mungkin juga dilanda gangguan ekonomi yang meluas di China akibat wabah tersebut.

Singapura baru saja menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari tingkat pertumbuhan terendah dalam satu dekade tahun lalu yakni 0,7 persen ketika wabah menyebar ke pusat bisnis Asia itu pada akhir Januari lalu.

Singapura akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal keempat pada Senin (17/2), dan para ekonom mengantisipasi revisi untuk kisaran perkiraan pertumbuhan 2020 sebesar 0,5 hingga 2,5 persen.

Pada Selasa (18/2), pemerintah akan meluncurkan paket langkah-langkah anggaran untuk meredam pukulan ekonomi dari epidemi, dengan beberapa analis memperkirakan akan mengalami defisit terbesar dalam lebih dari satu dekade. [bim]

Baca juga:
Kasus Infeksi Corona Melonjak, PM Jepang Segera Umumkan Status Darurat
Jepang Beri Bantuan Tunai Rp45 Juta Per Keluarga Terdampak Pandemi Corona
Di Tengah Wabah Corona, Warga Jepang Tetap Tenang dan Tertib Saat Belanja Makanan
Vaksin Corona Masih Diuji Coba, Obat-obatan ini Dilaporkan Efektif Sembuhkan Pasien
Ada Cahaya di Ujung Lorong, Deretan Optimisme dalam Perang Melawan Pandemi Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini