Virus Corona Jadi Pukulan Terberat Bagi Pariwisata Bali

Rabu, 22 Juli 2020 21:57 Reporter : Anisyah Al Faqir
Virus Corona Jadi Pukulan Terberat Bagi Pariwisata Bali Padang Bunga Kasna, Bali. ©Instagram/exelencia_oktaviana

Merdeka.com - Sebagai destinasi wisata, Bali telah makan asam garam naik turunnya industri pariwisata. Mulai dari Perang Irak, Perang Teluk, Bom Bali 1 dan 2, Wabah Sars, Mers sampai meletusnya Gunung Agung. Pasca peristiwa tersebut Bali masih bisa bertahan. Meski terjadi penurunan pendapatan.

"Pariwisata ini bisnis yang sensitif. Waktu Gunung Agung, begitu bencana udah tidak ada, normal lagi cepat sekali orang kembali berkunjung," Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam Webinar Nasional Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Jakarta, Rabu (22/7) .

Namun, pandemi Covid-19 meluluhlantakkan bisnis pariwisata. Selama 4 bulan aktivitas pariwisata terus mengalami penurunan. "Tapi paling besar dan paling lama adalah akibat munculnya Covid-19. Ini mengganggu pariwisata Provinsi Bali," kata dia.

Wayan membeberkan, sepanjang 2019, terdapat 9,3 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung di Bali. Angka tersebut ternyata hanya 39 persen wisatawan yang datang ke Bali.

Sementara itu, wisatawan nusantara yang datang ke
Bali justru lebih banyak yakni 9,8 juta. Meski begitu, tamu mancanegara ini menyumbangkan devisa negara mencapai 41 persen. "Kontribusi devisa wisman ke Bali 41 persen, atau Rp 116 triliun," kata Wayan.

Baca Selanjutnya: Virus Corona Pukul Pekerja dan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini