Virus Corona dan Ketergantungan Indonesia ke China

Kamis, 6 Februari 2020 07:00 Reporter : Syifa Hanifah
Virus Corona dan Ketergantungan Indonesia ke China Barang produksi China dilarang Masuk ke Indonesia. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus Corona di Wuhan, China, telah membuat kekhawatiran dunia global, karena telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Asia. Virus ini juga diprediksi akan mempengaruhi perdagangan dan jumlah wisatawan Indonesia.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah dalam waktu dekat akan menghentikan sementara impor dari China terkait beberapa produk yang berpotensi membawa virus corona. Bahkan, penerbangan dari dan ke China sudah dilarang untuk sementara.

Padahal sebagian besar bahan kebutuhan pokok berasal dari China. Bahan apa saja yang berasal dari China? Berikut ulasannya:

1 dari 5 halaman

Impor Bawang Putih dari China

Pemerintah memastikan menghentikan impor yang berasal dari China. Akibatnya harga bawah putih mengalami kenaikan dua kali lipat.

"Sekarang bisa sampai Rp60.000 lebih mas, kalau sebelumnya cuma Rp25.000-Rp30.000 saja," terang Pedagang bawang putih di Pasar Gondangdia, Warsih, Rabu (5/1).

Padahal China adalah pengimpor bawang puting terbesar untuk Indonesia. Tercatat sepanjang tahun 2019, realisasi impor bawang putih asal China sebesar 465,34 ribu ton atau senilai USD 529,97 juta.

2 dari 5 halaman

Sayuran

Selain bawah putih, rupanya Indonesia masih bergantung sayuran-sayuran dari China. Menurut data BPS impor sayuran yang berasal dari China sepanjang tahun 2019 sebesar 520,37 ribu ton atau senilai USD 588 juta.

3 dari 5 halaman

Buah-buahan

Sementara itu menurut data BPS, impor buah-buahan yang berasal dari China mencapai USD 134 juta atau sekitar Rp1,8 triliun pada November 2019.

Dampak dihentikannya impor seperti buah mulai terasa, contohnya harga jeruk impor dari China di Pasar Senen, Jakarta, melonjak usai pemerintah memberlakukan penghentian impor makanan dan minuman dari China akibat virus corona. Seperti jeruk sunkist impor yang harganya naik hingga tiga kali lipat.

"Sekarang harga jeruk lagi naik. Kemarin Rp25.000 per kilogram, sekarang Rp75.000, mungkin corona itu," kata salah satu pedagang buah, Zacky kepada merdeka.com, Rabu (5/2).

4 dari 5 halaman

Pariwisata

Dengan adanya penundaan penerbangan dari dan ke China, pasti akan berdampak para pariwisata Indonesia. Terlebih kunjungan wisatawan dari China juga menjadi yang terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan China pada Desember 2019 sebesar 11,2 persen atau sekitar 2 juta dari jumlah wisatawan keseluruhan sebesar 16 juta. Jumlah tersebut diprediksi akan menurun drastis karena adanya penutupan kunjungan oleh pemerintah China.

"12 persen dari total 16 juta itu adalah seperdelapan ya sekitar 2 juta. Jadi kalau kita lihat selama bulan tahun 2019 jumlah Wisman dari China itu sekitar 2 juta pasti nanti akan berpengaruh pada jumlah Wisman," kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin (3/2).

5 dari 5 halaman

Antisipasi Pemerintah

Presiden Jokowi meminta para menteri terkait untuk menghitung dampak dari kebijakan tersebut ke ekonomi Indonesia. "Dikalkulasi secara cermat dampak dari kebijakan ini bagi perekonomian kita, baik dari sektor perdagangan investasi dan pariwisata," jelasnya.

Dia menilai, Indonesia bisa memanfaatkan dampak dari wabah virus corona, dengan menggenjot ekspor ke negara-negara lain yang juga melakukan impor dari China. Mengingat, beberapa negara juga melakukan kebijakan penghentian impor komoditas dari China.

"Saya kira di sini ada peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara-negara lain yang sebelumnya banyak mengimpor produk yang sama dari China," imbuhnya.

Menurutnya, hal ini bisa dijadikan momentum bagi industri substitusi impor dalam negeri, untuk meningkatkan produksi berbagai produk yang sebelumnya diimpor dari China.

Selain itu, Indonesia juga bisa menggenjot sektor pariwisata, dengan menarik wisatawan dari negara lain untuk berlibur ke Indonesia. Khususnya, Provinsi Bali dan Sulawesi Utara yang merupakan wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan China.

"Dalam jangka pendek, juga saya meminta dimanfaatkan peluang untuk menyasar ceruk pasar wisatawan mancanegara yang sedang mencari alternatif untuk destinasi wisata karena batal berkunjung ke China," tandasnya. [dan]

Baca juga:
Hal-Hal Ini Tetap Jalan dari dan ke China, Meski Impor dan Penerbangan Dihentikan
Ini Kata Jokowi RI Dianggap Berlebihan oleh China Soal Corona
Bos Kimia Farma: Semua Stok Masker N95 Habis
Mudik Libur Imlek, 47 TKA China Dilarang Kembali ke Jateng Akibat Virus Corona
Gadis Asal Wuhan Tulis Surat Cinta, Minta Dunia Tak Diskriminatif Pada Warga China
Wabah Corona jadi Peluang Tarik Minat Masyarakat ke Produk UMKM
Cerita Lengkap Asal Mula Munculnya Virus Corona di Wuhan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini