Valuasi Bisnis Ratu Elizabeth Turun Rp10 Triliun Akibat Lockdown di Inggris

Selasa, 22 September 2020 09:00 Reporter : Merdeka
Valuasi Bisnis Ratu Elizabeth Turun Rp10 Triliun Akibat Lockdown di Inggris Inggris. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bisnis Properti Ratu Elizabeth, Crown Estate mengalami penurunan nilai sebesar USD 716 juta atau Rp10,5 triliun akibat kebijakan lockdown untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Inggris. Laporan Tahunan Crown Estate untuk tahun 2019/2020 menunjukkan, nilai portofolio bisnis turun 1,2 persen menjadi USD 17,4 miliar atau Rp255 triliun karena London ditutup selama musim panas, menjadikan toko-toko kosong dan sewa ritel belum dibayar.

Crown Estate merupakan bisnis real estate yang mengelola petak-petak West End London dan pedesaan Inggris. Bisnis tersebut dipegang langsung oleh Ratu Elizabeth dan pemerintah Inggris.

Dilansir dari Forbes, meskipun kondisi perdagangan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, Crown Estate masih menghasilkan keuntungan kecil tahun lalu. CEO Dan Labbad melaporkan pertumbuhan 0,4 persen, memberikan keuntungan pendapatan sebesar USD 447 juta atau Rp6,5 miliar.

The Crown Estate sendiri secara resmi disebut sebagai "real estate publik yang berdaulat" oleh Komite Keuangan Parlemen Inggris sejak 2010, mencakup sebagian distrik perbelanjaan West End London, di samping Windsor Estate dan Ascot Racecourse.

Sejak 1961, Crown Estate telah menjadi bisnis komersial independen yang mengirimkan keuntungannya ke Departemen Keuangan. Bahkan dilaporkan telah menghasilkan USD 3,7 miliar atau Rp54 triliun untuk keuangan Inggris selama dekade terakhir. Itu tidak dianggap sebagai bagian dari kekayaan bersih pribadi Ratu Elizabeth.

Baca Selanjutnya: Kekayaan Ratu Elizabeth...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini