Usai China, Trump berencana kenakan tarif impor tinggi pada produk Eropa

Kamis, 31 Mei 2018 15:52 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Presiden AS Donald Trump. AFP

Merdeka.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berencana akan memberlakukan tarif hukuman atas impor baja dan aluminium dari Uni Eropa (UE). Pemerintah Trump diperkirakan akan membuat pengumuman pada Kamis waktu setempat.

"Langkah ini hampir pasti akan menarik respon dari Uni Eropa, yang telah mengancam akan membalas dengan tarifnya sendiri pada produk-produk Amerika seperti sepeda motor, jeans dan minuman beralkohol bourbon," kata laporan itu dikutip dari Antara, Kamis (31/5).

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Maret untuk memberlakukan tarif 25 persen pada baja yang diimpor dan 10 persen pada aluminium, sementara menunda pelaksanaan aturan tersebut untuk beberapa mitra dagang guna menawarkan konsesi menghindari tarif.

Pemerintahan Trump menggunakan undang-undang yang telah berusia puluhan tahun, yang disebut Bagian 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan dari 1962, untuk mengenakan tarif atas dasar keamanan nasional, yang telah menarik penentangan kuat dari komunitas bisnis domestik dan mitra dagang AS.

Gedung Putih mengatakan pada akhir April bahwa pembebasan tarif baja dan aluminium untuk negara-negara anggota UE akan diperpanjang hingga 1 Juni untuk memberikan '30 hari terakhir' bagi mereka mencapai kesepakatan atas perundingan perdagangan.

Komisaris Perdagangan UE Cecilia Malmstrom telah menuntut agar semua negara anggota Uni Eropa harus dibebaskan secara permanen dari tarif baja dan aluminium sebagai syarat untuk setiap pembicaraan perdagangan di masa depan.

Namun, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan pada Rabu (30/5) bahwa Uni Eropa harus terus bernegosiasi dengan AS jika tarif impor baja dan aluminium dari Uni Eropa diberlakukan minggu ini.

Pemerintahan Trump pekan lalu juga memulai penyelidikan keamanan nasional ke dalam impor mobil, yang dapat menyebabkan lebih banyak tarif pada mobil Eropa yang diimpor.

Para analis mengatakan tarif baru pada baja, aluminium, dan otomotif Eropa kemungkinan akan meningkatkan friksi perdagangan antara Amerika Serikat dan blok perdagangan tersebut.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini