Usai Aksi 22 Mei, Bos BI Catat Rupiah Bergerak Menguat

Kamis, 23 Mei 2019 14:11 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Usai Aksi 22 Mei, Bos BI Catat Rupiah Bergerak Menguat Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Soal Rupiah Usai Aksi 22 Mei. ©2018

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan nilai tukar Rupiah mengalami penguatan pada hari ini atau sehari pasca aksi 22 Mei. Tercatat nilai tukar Rupiah berada pada kisaran Rp14.470 hingga Rp14.475 per USD.

"Nilai tukar Rupiah hari ini menguat sekarang, Rp14.470-Rp 14.475 dengan mekanisme pasar meningkat. Jual beli berjalan dengan baik dan eksportir makin banyak jual DHE (devisa hasil ekspor) ke pasar valas," kata dia, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/5).

Dia mengakui jika dibanding dengan hari ini, maka nilai tukar Rupiah kemarin memang terdepresiasi. Hal tersebut, kata Perry, dipengaruhi oleh faktor global dan lokal.

"Kemarin Rupiah memang ditutup Rp14.520-Rp14.530. Kemarin memang ada pelemahan Rp45 karena terutama juga respons faktor-faktor global maupun domestik. Global lanjutnya trade war dan domestik merespon apa yang terjadi di dalam negara," urai dia.

Bank Indonesia, lanjut dia, akan terus melakukan rangkaian kebijakan untuk memastikan stabilitas nilai tukar Rupiah. Dengan demikian, nilai tukar Rupiah akan sesuai dengan nilai fundamentalnya.

"Hari ini BI tekankan bahwa BI akan terus ada di pasar lakukan stabilitas Rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Kami yakin Rupiah akan tetap stabil," jelasnya.

"Kami memperkirakan bahwa Rupiah akan tetap bergerak stabil (usai aksi 22 Mei) dan sejalan dengan perkembangan ekonomi ke depan ada kecenderungan yang terus akan stabil dan bahkan cenderung menguat," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini