Upaya Bank Sentral Jadikan Indonesia Pemain Utama Industri Halal Dunia

Jumat, 13 September 2019 15:05 Reporter : Merdeka
Upaya Bank Sentral Jadikan Indonesia Pemain Utama Industri Halal Dunia Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) terus berupaya agar Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam sektor industri halal dunia. Supaya konsep industri halal tersebut bisa diterima oleh seluruh masyarakat lintas agama, bank sentral memberi penekanan bahwa halal di sini memiliki makna sehat dan dibutuhkan oleh semua umat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan, pihaknya tengah mendorong kebijakan ekonomi syariah melalui tiga program utama. Pertama, yakni dengan coba mengembangkan halal value chain pada industri halal nasional.

"Kita harus merebut poin pokok, yaitu bagaimana meningkatkan halal untuk makanan, karena itu adalah sesuatu yang betul-betul diminati atau diperlukan oleh semua, karena halal artinya juga sehat," ujar dia di Banjarmasin, seperti dikutip Jumat (13/9).

Selain makanan, pengertian halal yang menyehatkan juga berlaku pada bidang fesyen, serta pariwisata yang kini ramai digemborkan oleh banyak negara untuk menarik wisatawan.

"Indonesia memiliki wilayah yang sangat indah, maka kita dorong wisata halal. Jangan sampai Korea yang mendapatkan gelar sebagai pusat wisata halal dunia," seru Rosmaya.

Program selanjutnya dalam kebijakan ekonomi syariah, Bank Indonesia juga melakukan pendalaman pasar keuangan syariah. Seperti dengan mengeluarkan instrumen Sukuk Bank Indonesia (SukBI) untuk mendukung ekonomi syariah, serta mendorong kemandirian pesantren dalam hal perekonomian.

Ketiga, yakni dengan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat terkait penerapan gaya hidup halal. "Bank Indonesia ingin melakukan kampanye untuk mendorong halal lifestyle, antara lain adalah dengan mengadakan FESyar (Festival Ekonomi Syariah)," tukasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini