Uni Eropa bantah hambat ekspor CPO Indonesia

Selasa, 6 Mei 2014 11:54 Reporter : Ardyan Mohamad
Uni Eropa bantah hambat ekspor CPO Indonesia cpo. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Uni Eropa (UE) membantah menghambat ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia. Adapun pengetatan peredaran minyak nabati tersebut di sejumlah negara anggota UE semata-mata demi memenuhi tuntutan masyarakat akan produk ramah lingkungan.

"Jadi tidak benar bila kami disebut menghambat peredaran CPO ke Eropa. Justru, CPO menjadi salah satu komoditas impor minyak nabati terbesar di kawasan," ujar Duta Besar UE untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN Olof Skoog selepas mengisi diskusi the Habibie Center, di Jakarta, Selasa (6/5).

Atas dasar itu, dia mengingatkan kepada produsen CPO di Indonesia agar tidak mengabaikan gelombang tuntutan masyarakat akan produk ramah lingkungan.

"Konsumen Eropa, melalui pemerintahnya, hanya ingin memastikan CPO itu diproduksi dalam cara yang berkelanjutan, melindungi lingkungan dan warga di sekitar area perkebunan," katanya.

Kementerian Perdagangan mencatat, beberapa negara besar Eropa seperti Perancis dan Jerman, memasukkan CPO ke dalam daftar produk tak ramah lingkungan. Bahkan, sebagian negara mengenakan bea masuk tambahan karena CPO dianggap sama merusaknya seperti alkohol.

"Sawit kita mendapat tekanan di Eropa. Ada beberapa kampanye yang mereka lakukan, bahkan ini dilakukan pula pada level perusahaan, beberapa dari mereka melakukan kampanye negatif," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, beberapa waktu lalu.

Padahal, sebanyak 4,8 juta ton CPO Indonesia sudah memiliki sertifikat penanaman sawit berkelanjutan dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sertifikat ini menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi produsen CPO untuk bisa masuk pasar Eropa.

Bayu menganalisa, motif pelarangan CPO Indonesia sebenarnya bukan soal pelanggaran lingkungan, melainkan persaingan dagang. Mengingat, Eropa juga merupakan produsen minyak zaitun, minyak jagung, atau minyak biji bunga matahari yang volumenya kalah dibanding CPO.

Indonesia merupakan pemasok utama CPO ke Eropa. Dari kebutuhan Eropa akan CPO sekitar 6,3 juta ton per tahun, sebanyak 3,5 juta ton diantaranya diekspor dari Indonesia.

Atas dasar itu, tahun lalu, pemerintah berencana mengadukan tindakan pelarangan yang dilakukan sejumlah negara Eropa ke organisasi dagang dunia (WTO). Indonesia dan Malaysia merupakan pemasok 90 persen kebutuhan CPO di dunia.

[yud]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini