Uber akan bebani pelanggan biaya tambahan jika titik penjemputan lebih dari 8 menit

Selasa, 31 Oktober 2017 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Uber akan bebani pelanggan biaya tambahan jika titik penjemputan lebih dari 8 menit Uber Teknologi. ©istimewa

Merdeka.com - Uber, aplikasi transportasi online, berencana membebankan biaya tambahan jika titik penjemputan harus ditempuh lebih dari 8 menit. Namun, belum dipastikan kapan kebijakan baru ini akan diberlakukan.

Dilansir dari Business Insider, Senin (30/10), 'bonus' ini sebagai upaya Uber untuk memberikan kompensasi atas jauhnya perjalanan sang sopir.

"Kebijakan ini akan membuat sopir Uber lebih memilih beroperasi di daerah pinggiran kota," ujar Head of Driver Product Uber, Aaron Schildkrout.

Rencana ini merupakan bagian dari beberapa program dalam "Perubahan di 180 Hari". Program yang dicanangkan untuk membalikkan citra setelah timbulnya sejumlah skandal permasalahan di tubuh Uber.

Selain itu, pengguna Uber saat ini dikenakan biaya jika sopir harus menunggu lebih dari dua menit saat penjemputan. Kebijakan ini telah berlaku di sejumlah kota seperti New York dan Phoenix, Amerika Serikat.

Uber juga akan menyesuaikan biaya pembatalan sesuai waktu dan jarak tempuh. Nantinya, pengguna akan dikenakan biaya pembatalan lebih tinggi saat mereka membatalkan di detik-detik akhir penjemputan.

Namun, belum diketahui apakah kebijakan ini akan berlaku juga di Indonesia. Pihak Uber Indonesia saat dikonfirmasi belum memberikan balasan pada merdeka.com. [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini