Tutup pabrik di Indonesia, Chevrolet ingin kerja sama dengan China

Jumat, 27 Februari 2015 13:29 Reporter : Henny Rachma Sari
Tutup pabrik di Indonesia, Chevrolet ingin kerja sama dengan China

Merdeka.com - Rencana produsen mobil Chevrolet, PT General Motor (GM) menutup salah satu pabriknya di Bekasi sudah sampai ke telinga Menteri Perindustrian Saleh Husin. Meski sudah mendengar kabar itu, Saleh Husin mengaku belum mendapat kabar resmi dari pihak GM yang berada di Indonesia.

"GM yang dari Amerika kan mengumumkan akan menutup pabriknya yang di sini. Tentu kami akan meminta penjelasan resmi dari GM yang ada di sini," ujar Saleh kepada wartawan di Tambun, Bekasi, Jumat (27/2).

Saleh memprediksi, alasan GM menutup pabriknya di Indonesia lantaran produknya sudah tidak mampu bersaing dengan produk sejenis yang dikeluarkan perusahaan otomotif lain.

"Menurut informasi yang kami dapat produksi mobil merek spin memang sudah tidak kompetitif lagi," ungkapnya.

Pihaknya akan meminta penjelasan alasan penutupan, termasuk nasib pekerja di pabrik tersebut.

"Walaupun kami baru dengar informasinya dari media, tapi tetap akan kami cek bagaimana juga dengan karyawannya misal terjadi PHK," ungkapnya.

Di balik penutupan pabrik Chevrolet di Bekasi, Saleh juga mendengar kabar General Motor Indonesia akan bekerja sama dengan perusahaan kendaraan bermotor asal China yakni Wuling Motors. Nilai investasinya disebut-sebut cukup fantastis.

"Memang cukup besar (investasinya) memang rencana untuk produksi kalau enggak salah 150.000 unit per tahunnya. Itu untuk langkah awal," jelas Saleh.

Saleh menambahkan, kedua perusahaan saat ini tengah menjajaki pembebasan lahan.

"Wuling sudah datang ke kami (Kemenperin). Soal lahan mereka sudah bebaskan kalau enggak salah di sekitar Bekasi atau Karawang," lanjut Saleh.

Sejalan dengan rencana ini, Saleh bakal meminta kejelasan GM soal kemungkinan pegawainya dipindahkan ke pabrik baru yang akan dibangun bersama Wuling.

"Ini juga yang akan diminta kejelasan, apakah karyawannya aka dipindahkan ke pabrik baru itu atau bagaimana," tandasnya.

Sebelumnya, General Motors (GM) berencana menutup pabrik sudah dioperasikan sejak 1995 di Bekasi, Jawa Barat, pada akhir Juni mendatang. Sebab,pabrikan otomotif asal Detroit, Amerika Serikat, itu tak kunjung meraup untung.

Pada 2014, GM hanya mampu menjual 10.758 kendaraaan di Indonesia. Turun ketimbang tahun sebelumnya 14.971 kendaraan.

Tim Zimmerman, Presiden GM untuk Asia Tenggara, mengakui penutupan itu bakal berdampak pada pemutusan hubungan kerja sekitar 500 pekerja.

"Kami tahu keputusan ini pasti sangat mengecewakan buat pekerja di Indonesia. Namun, kami akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk membantu para pekerja," katanya seperti dikutip detroitnews.com, Jumat (27/2). [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini