Tutup Akses Impor, Cara Menkop Dorong Pelaku UMKM Bermitra dengan Pengusaha Besar

Selasa, 14 September 2021 16:45 Reporter : Merdeka
Tutup Akses Impor, Cara Menkop Dorong Pelaku UMKM Bermitra dengan Pengusaha Besar Menkop UKM Teten Masduki. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk menjalin Kemitraan dengan pelaku usaha besar. Tujuannya agar UMKM bisa berkontribusi dalam rantai pasok nasional hingga global.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut, salah satu upaya yang dilakukan KemenkopUKM yaitu meminta e-commerce untuk menutup akses impor 13 jenis produk yang sebenarnya bisa diproduksi oleh UMKM.

"Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan upaya perlindungan produk lokal UMKM dalam perdagangan online atau perdagangan melalui sistem elektronik. Belum lama ini kami meminta salah satu e-commerce cross border untuk menutup 13 jenis produk yang dapat diproduksi UMKM," kata Teten dalam Webinar Nasional Umkm Naik Kelas Melalui Pengawasan Kemitraan, Selasa (14/9).

Upaya lainnya, KemenkopUKM bersama dengan Kementerian Perdagangan menyiapkan revisi Peraturan Menteri perdagangan Nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan menteri perdagangan tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

Tak berhenti di situ, KemenkopUKM juga menggandeng Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian untuk melakukan piloting melalui kemitraan dengan 291 UMKM dengan 6 BUMN, yaitu Pertamina, PLN, Kimia Farma, Perhutani, RNI dan Krakatau Steel.

"Kemitraan usaha besar dengan UMKM ini termasuk BUMN ini menjadi strategi kita untuk mendorong UMKM kita bertransformasi dari usaha-usaha kecil-kecil, usaha mandiri menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional atau global dan menjadi rantai pasok BUMN," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Transformasi UMKM

Dengan begitu, Teten berharap para pelaku UMKM bisa bertransformasi ke produk-produk yang berbasis inovasi teknologi, sehingga usahanya tidak melulu di sektor-sektor yang tidak punya daya saing.

"Oleh karena itu, Kemitraan menjadi penting. Idealnya kalau usaha tumbuh berkembang maka UMKM juga tertarik terangkat skala usahanya," ujarnya.

Melalui upaya tersebut, Menkop Teten berharap usaha besar tidak bersaing dengan usaha kecil melainkan menjalin kemitraan. "Karena itu maka menjadi penting kemitraan dan karena itu salah satu napas undang-undang cipta kerja adalah mendorong kemitraan yang sehat antara usaha kecil dan besar," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
Menkop Teten: 93 Persen UMKM Belum Menjalin Kemitraan
Pengusaha UMKM, ini Ciri-Ciri Kemitraan Sehat Modal untuk Usaha Naik Kelas
Sambut PON XX, Smesco Gelar Pameran Produk UMKM Papua
Wamenkeu: Holding Ultra Mikro Bantu Pemulihan Ekonomi
Kemenkeu: UMKM Memegang Peranan Penting dalam Pemulihan Ekonomi
UMKM Pegang Peranan Penting Pulihkan Ekonomi Indonesia

{paging_intro} {paging_nav}
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini