Tutup, ada apa dengan Seven Eleven di Indonesia?

Jumat, 30 Juni 2017 08:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu, Yayu Agustini Rahayu
Tutup, ada apa dengan Seven Eleven di Indonesia? Seven Eleven. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - 'Tutup' cuma itu tulisan di depan pintu masuk gerai 7-Eleven dekat Stasiun Kereta Tebet, Jl KH. Abdullah Syafei, Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan. Tempat parkir sepi. Tampak beberapa motor tukang ojek pangkalan diparkir sebentar lalu pergi lagi.

Beberapa mesin atm di samping tempat konsumen biasa duduk, tak satupun menyala. Sevel tak lagi meriah.

Mereka yang melintas pun demikian. Beberapa orang yang lewat, sempat menekuri sejenak deretan huruf 'Tutup' berwarna biru dan hitam, mengecek sebentar ke tempat yang biasanya penuh meja kursi untuk pelanggan, lalu beranjak sambil melihat ponselnya.

"Sudah mau seminggu tutupnya," ungkap Kinoy, pengamen yang sering mangkal di Sevel, ketika ditemui merdeka.com, di Gerai Seven Eleven Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (28/6).Gerai 7-Eleven yang tutup dekat Stasiun Tebet 2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu EmbuDia mengatakan sudah sering mencari uang di Sevel, baik mengamen atau sebagai juru parkir. Karena itu, untuknya, persoalannya bukan sekedar Sevel tutup, melainkan ada yang jauh lebih runyam. Ada yang kurang dari mata pencahariannya.

"Pokoknya berubah lah. Biasanya kita disini ngamen, makan disini, tidur disini, nyari uang disini, semuanya disini," ujar Kinoy.

Dia pun mengisahkan punya hubungan yang akrab dengan semua pegawai di Sevel. Dia dan teman-teman sesama pengamen selalu diberi ruang untuk mengamen.

"Ya. Yang penting kita tak bikin keributan, mengganggu pelanggan sini. Kita sama-sama bikin aturan, boleh masuk, tapi 15 menit sekali. Pelayannya juga ramah sama kita, kita juga begitu. Biar sama-sama enak gitu," katanya.

"Enak aja bang ngamen di sini," timpal Rifky, rekan Kinoy.

"Memang sih. Kita nyari duit tidak cuma di Sevel aja. Cuma, di sini lebih pasti. Sekali masuk (mengamen), bisa Rp 15.000, Rp 20.000. Pokoknya kita ngerasa sedih, ngerasa beda saja sih Sevel sudah tutup," pungkas Kinoy.

Kabar matinya Sevel juga berdampak pada para pelanggan setia, salah satunya Dewi. Dia mengaku sudah mendengar kabar bisnis Sevel ambruk.Gerai 7-Eleven yang tutup dekat Stasiun Tebet 2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu EmbuDewi mengaku tak terlalu memusingkan apa latar belakangnya. Dia cuma berpikir harus nongkrong dimana lagi.

"Iya (sudah dengar kabar sevel akan ditutup). Tidak tahu sih harus mainnya kemana. Biasanya disini doang. Seminggu sekali pasti kesini kan, ketemu teman, ngopi bareng. Tidak tahu aja nanti kemana," Dewi bercerita sambil menyeruput minuman di tangannya.

"Ya sayang sih (Sevel ditutup). Kan disini enak kan bisa Ngadem. Kalau kita turun dari Busway mau ke stasiun di sini dulu, dari stasiun juga gitu. Pokoknya udah kayak tempat transit lah," tambahnya.

Ada apa dengan Sevel di Indonesia [bim] SELANJUTNYA SEBELUMNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini