Turunkan Jumlah Perokok di Indonesia, ini yang Bisa Dilakukan Pemerintah

Senin, 31 Mei 2021 19:34 Reporter : Dwi Aditya Putra
Turunkan Jumlah Perokok di Indonesia, ini yang Bisa Dilakukan Pemerintah Rokok. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Tingginya jumlah perokok di Indonesia menunjukkan bahwa negara kini dalam status darurat rokok. Sejumlah pihak menilai bahwa kondisi ini akan terus terjadi apabila kebijakan cukai rokok tidak diiringi dengan penyederhanaan atau simplifikasi struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT).

Ekonom Senior, Faisal Basri mengatakan, sudah seharusnya pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang menyebabkan harga rokok semakin tidak terjangkau. Hal ini untuk menekan angka konsumsi perokok di Tanah Air.

"Untuk mengurangi keterjangkauan rokok, kebijakan cukai harus diiringi dengan penyederhanaan struktur tarif CHT," ujar Faisal dalam keterangan resmi Dalam Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2021, Senin (31/5).

Di Indonesia, kata Faisal, banyak pabrik rokok yang mempertahankan jumlah produksinya di golongan bawah supaya tetap membayar cukainya yang lebih rendah, terutama perusahaan asing. "Padahal dia pemain dunia (global)," katanya.

Faisal menjelaskan, Indonesia menganut sistem cukai dengan banyak golongan, yakni 10 lapisan. "Nah ini yang sudah harus disederhanakan, rokok is rokok. Dalam bentuk apapun, itu harus diperketat," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Negara Berpotensi Hilang Triliunan Rupiah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini