Tuntutan Buruh soal UU Tapera, Termasuk Pengurangan Pemotongan Gaji untuk Iuran

Rabu, 3 Juni 2020 12:39 Reporter : Sulaeman
Tuntutan Buruh soal UU Tapera, Termasuk Pengurangan Pemotongan Gaji untuk Iuran Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendukung pemberlakuan kebijakan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Sebab, program ini membuka ruang bagi kaum buruh untuk berkesempatan memiliki rumah.

"Perumahan adalah hak dasar rakyat, seperti halnya hak atas kesehatan, pendidikan, dan air bersih. Oleh karena itu, program Tapera harus diarahkan agar buruh bisa memiliki memiliki hunian pribadi," kata Presiden KSPI, Said Iqbal dalam pernyataannya, Rabu (3/6).

Meski begitu, KSPI meminta agar pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat. Peraturan ini dibuat sebagai aturan pelaksanaan dari UU No 4 Tahun 2016.

Berikut adalah pandangan KPSI terkait dengan revisi tersebut:

1. Pemerintah menyiapkan rumah.

Perumahan untuk program Tapera disiapkan oleh pemerintah melalui BUMN yang ditunjuk, sehingga pemerintah bisa menetapkan harga rumah yang murah. Dengan demikian, program ini adalah berbentuk rumah. Bukan buruh menabung, kemudian disuruh membeli rumah sendiri.

Selain itu, rumah yang dibangun oleh pemerintah, maka bisa ditetapkan DP 0 rupiah. Selanjutnya, jika buruh tidak bisa lagi membayar, maka rumah itu bisa di over kredit.

"Jadi program ini tidak akan memberatkan. Dengan harga rumah yang sudah naik, pasti buruh akan mendapatkan keuntungan," jelas Said Iqbal.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini