Trio raja sawit Indonesia di barisan orang terkaya dunia

Rabu, 5 Maret 2014 14:30 Reporter : Wisnoe Moerti
Trio raja sawit Indonesia di barisan orang terkaya dunia cpo. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Salah satu produk unggulan Indonesia yang sudah dikenal luas di dunia internasional adalah minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Indonesia bersanding bersama Malaysia menjadi penguasa bisnis sawit dunia. Setiap tahunnya, pebisnis sawit dari dua negara ini saling berlomba-lomba meningkatkan produksinya dan memasarkannya di pasar internasional.

Meskipun saat ini harga komoditas sawit tengah anjlok, bisnis sektor ini tetap diakui sebagai salah satu bisnis yang melahirkan miliuner dunia. Setidaknya, trio raja sawit dari Indonesia ini membuktikan bahwa dengan tekun mengembangkan bisnis perkebunan sawit, ketiganya mampu masuk barisan miliuner dunia.

nama pertama adalah Bachtiar Karim. Dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia 2014 yang dilansir Forbes, Bachtiar Karim ada di peringkat 869. Harta kekayaannya, menurut Forbes, mencapai USD 2 miliar. Bachtiar adalah bos dari PT Musim Mas yang bergerak di lini bisnis utama minyak sawit atau CPO. Perusahaan yang dikelolanya memiliki kapal tanker dan terminal sendiri. Pabrik pengolahan sawit milik Musim Mas disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia.

Tidak hanya Bachtiar yang mencatatkan diri sebagai raja sawit Indonesia di jajaran miliuner dunia. Ada nama lain yang juga dikenal sebagai raja sawit Indonesia yaitu Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. Dari laporan Forbes, harta kekayaan Lim saat ini menembus USD 2 miliar. Dengan harta sebanyak itu, pria berusia 86 tahun ini ada di urutan 1.565 orang terkaya dunia.

Pemilik Harita Grup ini memiliki basis bisnis di Jakarta. Lim memulai bisnis kelapa sawit pada 1996 ketika Harita Grup membeli lahan seluas 17.500 hektar di Kalimantan Tengah dan mulai menanamkan sawit dua tahun kemudian. Produsen minyak sawit asal malaysia, IOI Corp yang didirikan oleh miliarder Malaysia, Lee Shin Cheng, membeli 33 persen saham bisnis minyak sawit keluarga Lim pada 2007. IOI yang memiliki 31 persen Bumitama setelah IPO, tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua setelah keluarga Lim di perusahaan tersebut.

Putra Lim ikut ambil bagian dalam mengembangkan bisnis keluarga. Gunawan Hariyanto, 52, adalah direktur eksekutif Bumitama dan Gunaryo Hariyanto, 47, adalah wakilnya. Bumitama telah memperoleh 35 persen sejak saham perusahaan mulai diperdagangkan pada April, melebihi 3,2 persen peningkatan di pasar modal Singapura. IPO perusahaan ini juga menarik minat investor, termasuk produsen kelapa sawit terbesar di dunia yakni Wilmar Internasional.

Satu lagi raja sawit Indonesia yang masuk lingkaran orang tajir di dunia adalah Sukanto Tanoto. Dari data yang dilansir Forbes, harta kekayaan Sukanto Tanoto menembus USD 2,1 miliar. Saat ini, raja sawit berusia 64 tahun ini mengendalikan bisnisnya dari Singapura. Dia sukses mengibarkan bendera PT. Raja Garuda Mas yang lini bisnis utamanya kelapa sawit. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Orang Terkaya
  2. Forbes
  3. Kelapa Sawit
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini