Trik Investor Super Kaya saat Harga Saham Dunia Anjlok Dihantam Covid-19

Rabu, 22 April 2020 07:00 Reporter : Merdeka
Trik Investor Super Kaya saat Harga Saham Dunia Anjlok Dihantam Covid-19 Peluncuran IDX30. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Investor kaya atau miliuner punya pandangan berbeda saat melihat harga saham jatuh akibat pandemi virus corona alias covid-19. Investor miliuner melihat peluang meraup keuntungan saat pasar saham fluktuasi atau mengalami kejatuhan.

Seperti diketahui, pasar saham dunia bergejolak imbas Corona dalam beberapa waktu terakhir, utamanya akhir maret hingga April.

Menurut survei perusahaan riset kekayaan Spectrem Group, melansir dari laman CNBC, investor yang memiliki setidaknya USD 15 juta aset yang dapat diinvestasikan, empat atau lima kali lebih mungkin membeli dan menjual saham.

Sebanyak 37 persen investor kaya memutuskan membeli saham saat pasar saham masuk periode terendah, dalam 3 pekan di Maret. Ini termasuk saat pasar anjlok parah pada 23 Maret 2020. Sementara hampir setengah atau sekitar 48 persen memutuskan menjual saham selama periode yang sama.

Sebagai perbandingan, hanya 7 persen dari investor yang masuk kategori kurang kaya, mereka yang hanya memiliki aset yang dapat diinvestasikan sebesar USD 100 ribu hingga USD 500 ribu memutuskan untuk membeli saham selama periode tersebut. Kemudian hanya 9 persen yang menjual saham, sementara 80 persen tidak melakukan aksi apapun.

1 dari 1 halaman

Pelajaran Investasi saat Krisis

saat krisis rev1

Dalam perdagangan pasar, aksi pembelian oleh orang kaya menjadi salah satu pelajaran investasi terbesar dari krisis 2009.

Saat banyak investor individu menjual saham pada 2008 dan awal 2009, karena tidak bisa lagi menanggung kerugian, investor terkaya justru melakukan perdagangan lebih aktif. Mereka terus membeli hingga pertengahan 2009 saat ada stimulus moneter dan fiskal.

Akibatnya, investor kaya yang mempertahankan atau meningkatkan eksposur investasi pada saham mampu memulihkan kekayaan mereka jauh lebih cepat dari pada yang memutuskan meninggalkan pasar.

"Mirip dengan tindakan investasi yang diambil selama krisis ekonomi, investor terkaya melihat volatilitas pasar saat ini sebagai peluang untuk mengambil keuntungan dari tingkat pasar yang lebih rendah untuk membeli ekuitas," kata Presiden Spectrem, George Walper.

Reporter: Pipit Ika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Riset: Kinerja Lippo Karawaci Tetap Solid di Tengah Pandemi Covid-19
Di Tengah Wabah Corona, Masyarakat Disarankan Lirik Investasi Saham
LPKR Kucurkan Rp452,5 M Naikkan Kepemilikan Saham di Siloam dan Lippo Cikarang
Pergerakan IHSG Turun Tajam
Pasar Saham Bergairah Lagi, 10 Miliuner Dunia Makin Tajir
Ubah Mal Jadi Rumah Sakit Beri Sentimen Positif Saham LPKR

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bursa Saham
  3. Orang Kaya
  4. Covid 19
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini