Transformasi Krakatau Steel Hemat Biaya Operasional Hingga 41 Persen

Kamis, 29 April 2021 17:16 Reporter : Anisyah Al Faqir
Transformasi Krakatau Steel Hemat Biaya Operasional Hingga 41 Persen Krakatau Steel. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan, transformasi yang dilakukan perusahaan mulai menunjukkan hasil yang signifikan dalam perbaikan biaya operasional. Dari sisi nilai rupiah transformasi yang dilakukan mampu menurunkan biaya operasional dari USD 337,5 juta pada tahun 2019, menjadi USD 198 juta pada tahun 2020.

"Semula biaya operasional ini USD 337,5 juta menjadi USD 198 juta pada tahun 2020. Penurunannya hingga 41 persen," kata Silmy dalam Webinar Strategi Membangkitkan Kembali Sektor Industri di Indonesia, Jakarta, Kamis (29/4).

Dia menjabarkan, penurunan biaya energi tahun 2020 mencapai 46 persen. Dari USD 38 juta di tahun 2019 menjadi USD 20,5 juta pada tahun 2020. Terjadi penurunan biaya utilitas juga sebesar 27 persen. Dari USD 53,5 juta di tahun 2019 menjadi USD 39,2 juta pada tahun 2020.

Penurunan juga terjadi pada biaya consumable yang turun 61 persen. Dari USD 40,6 juta di tahun 2019 menjadi USD 16 juta pada tahun 2020. Biaya sparepart juga turun 59 persen, dari USD 11 juta di tahun 2019 menjadi USD 4,5 juta pada tahun 2020.

Pengurangan tenaga kerja juga membuat penghematan hingga 32 persen dari USD 92,2 juta di tahun 2019 menjadi USD 62,7 juta pada tahun 2020. Biaya outsourcing (OS) tenaga kerja juga turun hingga 78 persen, menjadi USD 8,4 juta pada tahun 2020 dari sebelumnya USD 38 juta dolar di tahun 2019.

Penurunan biaya OS non tenaga kerja juga turun 22 persen dari USD 11,7 juta di tahun 2019 menjadi USD 9,1 juta pada tahun 2020. Biaya OS jasa borongan juga turun 70 persen menjadi USD 1,6 juta pada tahun 2020 dari semula USD 5,3 juta di tahun 2019. Harus diakui Silmy, di masa lalu banyak pengeluaran yang tidak efisien sehingga membuat beban operasional menjadi besar.

"Jadi memang di masa lalu tidak efisien dan ini yang membuat kita berat," kata Silmy.

Baca Selanjutnya: Belum lagi perusahaan harus bersaing...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Krakatau Steel
  3. BUMN
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini