Transformasi Ekonomi Bikin Orang Betah Di Desa, Cari Pembantu dan Supir Makin Sulit

Rabu, 5 Desember 2018 15:35 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Transformasi Ekonomi Bikin Orang Betah Di Desa, Cari Pembantu dan Supir Makin Sulit Darmin Nasution. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui bahwa transformasi struktural ekonomi akan menimbulkan pergeseran dari sektor tradisional ke modern. Salah satu sektor yang telah mengalami peralihan tersebut adalah pertanian.

Saat ini, pemerintah sudah mulai banyak melakukan program modernisasi sektor pertanian melalui Kementerian Desa. Salah satunya melalui program clustering.

"Ini harus diikuti bagaimana mengorganisasikan pertanian, salah satunya clustering. Masyarakat kerjanya harus cluster. Mendes sudah mulai satu desa satu komoditi unggulan," kata Menko Darmin dalam sebuah acara seminar nasional di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12).

Jika program clustering tersebut sudah terwujud sepenuhnya, maka kesejahteraan warga desa akan semakin meningkat dibanding dia bercocok tanam sendiri. Selain itu, sektor pertanian tak akan lagi hanya fokus pada menanam padi. Namun menanam komoditi lain bahkan bisa ditambah dengan kegiatan usaha ternak.

"Kalau dia sudah clustering satu desa katakan 1 hektar tanahnya, penduduknya 80 kepala keluarga, mereka organisir dirinya dengan kerjasama, gak semua untuk padi (lahannya), sebagian kolam ikan ternak, dengan gitu orang bisa milih tanaman apa yang cocok di daerahnya," ujarnya.

Kendati demikian, hal tersebut harus pula diimbangi oleh pembangunan infrastruktur. Pemerataan pembangunan hingga ke desa sangat penting dalam hal ini. "Intinya pembangunan infrastruktur akan buka ruang kegiatan yang ditransformasi dari kegiatan lama. Kalau tadinya tanam padi sekarang bisa pilih karena ada infrastruktur, pilihan nya bisa cabai, jagung, macam macam," ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat membuat gebrakan-gebrakan baru untuk mendorong logistik petani. Misalnya dengan membangun pasar induk dengan daya tampung yang besar. Sehingga harga yang diterima langsung oleh petani akan rasional.

Jika semua dapat terwujud, Menko Darmin menegaskan orang-orang akan menjadi betah di desa dan tidak lagi merantau ke kota. Apalagi jika tanpa keterampilan mumpuni. "Sehingga tranformasinya tidak selalu orang pindah dari desa ke kota. Tapi dari yang tadinya tanam padi, jagung, sekarang bisa tanam yang lain tapi hasilnya lebih banyak apalagi kalau kerjakannya secara cluster. Yang mau saya sampaikan suplai side lebih mudah dikendalikan arus orangnya karena ada tawaran hidup di desa bisa lebih baik," ujarnya.

Dengan demikian, dipastikan ke depannya akan sangat sulit menemukan tenaga kerja sebagai asisten rumah tangga atau pembantu yang berasa dari desa. Sebab di desa pun hidup mereka sudah sejahtera dengan bertambahnya pilihan untuk bertani.

"Anda cari pembantu makin lama makin susah. Sopir lama - lama yang pergi keluar (dari desa) gak banyak karena di sini (desa) hasilnya akan lebih baik. Pilihannya sehingga keluar desa lebih tinggi sedikit income nya, tapi risiko ketidakpastian nya lebih banyak. Sehingga transformasi ekonomi bisa terjadi tanpa perpindahan penduduk besar - besar," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini