Total utang USD 150 miliar, 175 produsen migas dunia terancam kolaps

Rabu, 17 Februari 2016 08:38 Reporter : Moch Wahyudi
Total utang USD 150 miliar, 175 produsen migas dunia terancam kolaps Ilustrasi Harga Minyak turun. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sepertiga perusahaan minyak dan gas bumi dunia diperkirakan terancam kolaps. Kemerosotan harga minyak membuat ratusan produsen energi fosil itu kesulitan menjaga pemasukan dan membayar utang.

Demikian laporan lembaga konsultasi dan audit internasional Deloitte, seperti diungkap reuters, kemarin.

Deloitte membuat laporan itu berdasarkan pengajian terhadap lebih dari 500 perusahaan migas dunia. Ditemukan ada kegelisahan mendalam dialami industri migas dunia menyusul realitas bahwa harga minyak saat ini telah menyentuh level terendah dalam dekade terakhir.

Sebab, ini membuat keuntungan erosi. Sehingga perusahaan terpaksa memangkas anggaran belanja dan memecat ribuan karyawan.

Deloitte mencatat sekitar 175 perusahaan migas yang terancam bangkrut memiliki total utang lebih dari USD 150 miliar.

Di sisi lain, mereka kesulitan mendapatkan uang lantaran tergelincirnya nilai saham dan penjualan aset.

"Perusahaan-perusahaan ini (ibaratnya) telah menendang kaleng menyusuri jalan sepanjang mereka mampu dan kini mereka tengah berada dalam bahaya karena harus menendang ember. Ini semua terkait likuiditas," kata William Snyder, Kepala Restrukturisasi Perusahaan Deloitte.

Deloitte juga menemukan bahwa perusahaan penyedia barang dan jasa migas yang terancam kebangkrutan tak sebanyak produsen migas.

Dari 53 perusahaan energi Amerika Serikat yang mengajukan pailit di kuartal terakhir, hanya 14 perusahaan yang merupakan penyedia barang dan jasa. Tren ini diperkirakan masih akan berlanjut.

"Penyedia jasa cenderung lebih mengarah pada padat karya ketimbang padat modal. Ini membuat finansial mereka lebih fleksibel," kata Snyder said. "Meskipun nantinya, perusahaan penyedia barang dan jasa migas bakal kehabisan gas juga." [yud]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini