Tol Pekanbaru-Dumai Disebut Hubungkan Berbagai Kawasan Produktif

Kamis, 20 Februari 2020 15:18 Reporter : Merdeka
Tol Pekanbaru-Dumai Disebut Hubungkan Berbagai Kawasan Produktif Ruas Tol Pekanbaru-Dumai. ©Liputan6.com

Merdeka.com - Hutama Karya (HK) selaku pengembang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus mendorong pembangunan ruas tol Pekanbaru-Dumai. Secara keseluruhan, progres pembangunan ruas tol tersebut secara rata-rata mencapai 90 persen dan sempat dibuka fungsional untuk Seksi 1 dengan ruas Pekanbaru-Minas pada mudik Nataru 2019 kemarin.

Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo, menyatakan keberadaan tol Pekanbaru-Dumai akan mendongkrak ekonomi daerah di sekitarnya. "Tol ini membawa manfaat yang banyak, mulai dari mempersingkat waktu tempuh serta mengefisiensikan arus logistik dalam usaha," ujar Bintang, sebagaimana ditulis Kamis (20/2).

Jika jarak dari Pekanbaru ke Dumai biasa ditempuh dalam 6-7 jam, maka lewat tol Pekanbaru-Dumai jarak tersebut bisa ditempuh jadi 2-3 jam saja. Tol ini terhubung dengan berbagai kawasan produktif sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, mengurangi biaya logistik hingga menciptakan pusat ekonomi baru di Sumatera.

"Kalau dulu lewat jalan lintas sehari bisa sekali atau paling banyak dua kali mengirim barang dari pelabuhan di Dumai ke Pekanbaru atau sebaliknya, nanti dengan adanya tol yang waktu tempuhnya lebih singkat, sehari mungkin bisa lebih dari dua kali melakukan proses perpindahan arus barang," imbuh Bintang.

Tol Pekanbaru-Dumai nantinya akan dilengkapi dengan 7 gerbang tol, 6 buah simpang susun, dan 10 tempat istirahat dan pelayanan (TIP). Saat dibuka fungsional pada musim mudik Nataru 2019 lalu, Tol Pekanbaru-Dumai Seksi 1, Pekanbaru-Minas, telah dilintasi 40.518 kendaraan golongan I (Non Bus) dengan kondisi yang terpantau lancar, aman dan nihil kecelakaan.

1 dari 1 halaman

6 Titik Terowongan Gajah

terowongan gajah

Demi menyelamatkan enam jalur yang biasa dilalui gajah akan dibangun underpass di bawah flyover Tol Pekanbaru-Dumai. Meski agak sedikit mengubah jalur gajah, namun pihak Hutama Karya yang mengerjakan proyek jalur gajah sedemikian rupa hingga tampak seperti alami.

Pimpinan Proyek Pekanbaru-Dumai Seksi 3-4 dari PT Hutama Karya (HK), Dinny Surya Kencana, mengatakan pembangunan itu dilakukan agar satwa bergading itu bisa tetap bebas berkeliaran dan melintas di habitatnya, namun tidak mengganggu pengguna jalan tol.

"Dalam pengerjaan proyek tol itu, akan dibangun enam perlintasan gajah. Satu di Sungai Tekuana, dan lima lainnya di Seksi 4 dekat dengan Suaka Margasatwa Balai Raja," ujar Dinny Senin (27/5).

Perlu diketahui, proyek tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 kilometer merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera yang merupakan program strategis nasional. Kementerian PUPR sebenarnya sudah mendesain agar jalan tol dibangun tidak melalui kawasan konservasi, namun jalan tol tidak dapat mengelak dari areal jelajah (homerange) gajah.

Untuk itu, BUMN dan pemerintah sepakat membuat jalur perlintasan khusus gajah. Perlintasan gajah yang pertama berada di Sungai Tekuana lokasinya di seksi 2 dan tidak jauh dari Pusat Latihan Gajah Minas di Kabupaten Siak. Di kawasan itu terdapat sedikitnya 13 gajah sumatera liar.

Sedangkan ima perlintasan lainnya berada di Seksi 4. Masing-masing berada di STA 61 atau 61 kilometer dari Pekanbaru, STA 69+154, STA 71+992, STA 73 dan STA 74+400.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Tol yang Dilengkapi Terowongan untuk Gajah Target Beroperasi April 2020
Tertimpa Crane, Pekerja Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Tewas
Waskita Beton Precast Dapat Kontrak Rp1,2 Triliun Bangun Tol Trans Sumatera
Konstruksi Tol Indralaya-Prabumulih Terkendala Pembebasan Lahan
Bulan Depan, Presiden Jokowi Bakal Resmikan Tol Palembang-Kayuagung
Pembangunan Tol Trans Sumatera Bukti Kinerja Jokowi yang Harus Diapresiasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini