Tiru China, Menko Luhut Yakin Indonesia Jadi Negara Adidaya di 2045

Jumat, 5 April 2019 15:29 Reporter : Aksara Bebey
Tiru China, Menko Luhut Yakin Indonesia Jadi Negara Adidaya di 2045 Menko Luhut. ©2018 Merdeka.com/Yayu

Merdeka.com - Indonesia berpotensi menjadi negara adidaya pada 2045 karena kinerja perekonomian yang diklaim terus membaik. Namun, hal itu tidak akan terealisasi jika generasi muda tidak memiliki pemikiran yang terbuka.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam acara diskusi nasional bertajuk 'Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, dan Berpengaruh pada Tataran Global' yang diselenggarakan alumni Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jumat (5/4).

Dalam kesempatan itu, Luhut menjelaskan bahwa potensi Indonesia menjadi negara adidaya ini didukung oleh kinerja perekonomian nasional yang terus membaik dengan catatan GDP 1,1 triliun US Dollar. Pertumbuhan ekonomi 5,1 persen, inflasi sekitar 3 persen.

Namun, semua hal ini bergantung pada sikap generasi mudanya. Jika tidak siap menghadapi perkembangan global, maka potensi negara adidaya tahun 2045 berat untuk direalisasikan.

"Anak-anak saat ini harus memiliki pergaulan yang luas termasuk dengan sesama penerus dari negara lain. harus memiliki leadership terbuka," katanya.

Kepemimpinan terbuka yang ia maksud dicontohkan dengan masa pemerintahan saat ini. Dimana setiap keputusan terkait ekonomi dilakukan dengan proses, pemikiran dan pendekatan terbuka.

Menko Luhut melanjutkan, saat ini status negara dengan perekonomian terbesar tak hanya berlaku bagi Amerika Serikat, tapi ada China. Semua kebijakan dan kinerja China dalam mencapai status itu harus ditiru.

"Suka tidak suka, China jadi kekuatan dunia. GDP-nya USD 2,5 hingga 3 triliun. Saya pergi ke China, semua kerja keras, semua disiplin. Kita harus tiru," katanya.

Selain punya pikiran terbuka, para calon pemimpin ke depan harus menjalankan diplomasi yang kuat, tegas dan terukur. "Diplomasi kita enggak boleh lemah. Sekali-kali hajar saja, asal terukur," ucapnya.

Pakar ekonomi, Purbaya menyatakan bahwa pada tahun 2045 Indonesia bisa memasuki masa keemasannya. Faktornya adalah laju pertumbuhan yang baik, pemerataan dan pembangunan infrastruktur. Buktinya, investasi meningkat 160 persen dari 2014-2018.

"Walau pertumbuhan belum 7 persen, tapi berkualitas. Lapangan kerja ada. Jadi kita sudah berada di arah yang benar," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berharap anak muda bisa membaca tanda-tanda zaman. Kemudian, fokus terhadap keahlian dan bidang yang tengah digeluti.

"Jadi mau menggarap apa, ahli di bidang apa, harus fokus. Dulu saya punya pilihan banyak, tapi fokus ke politik. S1, S2, S3 politik. Sekarang banyak generasi muda Indonesia yang gagal fokus, kemana-mana. Itu kelemahan generasi sekarang," paparnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini