Tips Memulai Usaha dari Nol di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu, 27 September 2020 10:32 Reporter : Idris Rusadi Putra
Tips Memulai Usaha dari Nol di Tengah Pandemi Covid-19 Ilustrasi kopi. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/amenic181

Merdeka.com - Pengusaha muda pendiri Masalalu Cafe, Ali bercerita mengenai pengalamannya mendirikan usaha kopinya. Menurutnya, menjadi pengusaha yang memulai bisnis dari nol sangatlah tidak mudah. Jatuh bangun dalam mengembangkan usaha pasti akan sangat terasa di awal memulai usaha.

Ali menegaskan, untuk meningkatkan keberhasilan usaha, pengusaha harus mengembangkan mental dan kemampuan pribadi, selain itu tentu harus juga diiringi dengan perencanaan keuangan yang matang.

"Di awal membangun usaha kan sudah bentuk tim. Di situ kita harus sudah mikir untuk bisa membayar gaji karyawan. Di situlah pentingnya financial planning untuk jaga cash flow. Selama dua tahun aku push diri sendiri untuk kerja lebih keras buat dapetin untung supaya bisa bayar gaji karyawan," kata Ali dikutip dari Antara, Minggu (27/9).

Menurutnya, literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang, terutama bagi yang ingin memulai bisnis sendiri dan juga terhindar dari masalah keuangan.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan oleh OJK menunjukkan, masyarakat Indonesia pada umumnya belum sepenuhnya mengerti bagaimana cara meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Hal itu terlihat dari indeks tingkat literasi keuangan di OJK yang mencapai angka 38,03 persen.

Literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang, terutama bagi yang ingin memulai bisnis sendiri dan juga terhindar dari masalah keuangan. Hal ini diungkapkan oleh Ali Harahap yang merupakan pengusaha muda pendiri Masalalu Cafe.

"Untuk menjalankan bisnis sendiri, baik kecil maupun besar pastinya membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik agar dapat tercipta bisnis yang berkelanjutan," ujar Ali.

Corporate Secretary Akulaku Finance Indonesia, Wildan Kesuma juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat agar terhindar dari kerugian akibat ketidakpahaman terkait masalah finansial.

"Pengertian dari literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku individu untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Aspek ini yang harus kita tingkatkan sebelum mulai mengambil keputusan yang bisa memengaruhi kondisi keuangan," ujar Wildan.

Wildan menuturkan, sebagai perusahaan pembiayaan berbasis digital yang terdaftar dan diawasi OJK, Akulaku Finance melihat literasi keuangan adalah pemahaman yang sangat diperlukan dan harus dimiliki oleh masyarakat.

"Mungkin ada yang pernah baca kasus investasi yang menawarkan peluang investasi tanpa risiko yang menjanjikan keuntungan sangat besar tapi pada akhirnya malah banyak masyarakat yang merugi karena ternyata institusi yang menawarkan produk investasi tersebut tidak kredibel, produk investasi yang dijual ternyata fiktif. Kalau kita memiliki literasi keuangan yang baik seharusnya kita bisa mengetahui cara agar terhindar dari berbagai tawaran investasi yang tidak fiktif," kata Wildan.

Wildan menambahkan, pemahaman literasi keuangan dapat ditingkatkan dengan cara membaca artikel mengenai literasi keuangan pada sumber berita atau artikel terpercaya. Salah satu sumber informasi terlengkap mengenai literasi keuangan adalah situs edukasi milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Selain itu, platform media sosial juga bisa menjadi sumber literasi keuangan yang baik bila kita mengikuti akun media sosial dari para ahli perencanaan keuangan yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang baik.

Baca Selanjutnya: Wirausaha di Masa Pandemi...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Wirausaha
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini