Tingkatkan Produksi, Pertamina EP Percepat Pemboran Migas di Langkat

Senin, 31 Desember 2018 11:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
Tingkatkan Produksi, Pertamina EP Percepat Pemboran Migas di Langkat blok migas. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), mempercepat kegiatan pemboran Batumandi B1 (BTM-B1) di areal Pertamina EP Asset 1 Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara. Pemboran dijadwalkan mulai dilakukan pada Selasa, 1 Januari 2019.

Struktur Batumandi sendiri pernah dioperasikan oleh TAC (Technical Assistant Contract) Putra Batumandi Petroleum (PBP) pada 1974. Pada Mei 2017, Pertamina EP mengambilalih pengelolaan struktur Batumandi dari TAC PBP.

Presiden Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf mengatakan, berdasarkan data awal struktur Batumandi memiliki potensi cadangan 5,7 juta barel. Pertamina EP memproyeksikan produksi dari BTM-B1 sebesar 350 barrel oil per days (BOPD).

"Kegiatan pemboran dilakukan selama 58 hari dengan kedalaman 2.726 meter, 35 hari untuk pemboran dan 23 hari komplesi," ujar Nanang di Desa Paya Tusam, Kecamatan Wampu, Langkat, Sumatera Utara, seperti ditulis Senin (31/12).

Nanang optimistis melalui dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Langkat, kegiatan pemboran sumur Batumundi berjalan sukses. Apalagi, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas akan memberikan dampak signifikan berupa dana bagi hasil migas bagi pemerintah daerah.

"Apabila di Langkat dapat cadangan migas baru dan diproduksikan, masyarakat dan pemerintah daerah bisa merakan hasil untuk pembangunan daerah," jelasnya.

Menurut Nanang, Pertamina EP melaksanakan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi demi meningkatkan cadangan baru. "Harapan kami di Langkat bisa menemukan cadangan baru, baik minyak maupun gas. Apalagi pada era 90-an, gas di Pangkalan Susu Field pernah mencapai 100 MMSCFD dan saat ini sekitar 4-5 MMSCFD," paparnya.

Asisten I Adm Tata Pemerintahan Kabupaten Langkat Abdul Karim mendukung kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan Pertamina EP di wilayah Langkat dan berharap produksi minyak terus meningkat. Apalagi, sumur minyak pertama di Indonesia itu berasal dari Telaga Said di Pangkalan Brandan, Langkat.

"Mari kita dukung dan bila berhasil tetap ada dana bagi hasil kepada pemerintah daerah. Kerja sama dengan Pertamina EP harus terus terjalin," katanya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini