Tingkatkan Jumlah Wisman, PUPR Percepat Akses Jalan Menuju Danau Toba

Kamis, 7 Februari 2019 14:10 Reporter : Dwi Aditya Putra
Tingkatkan Jumlah Wisman, PUPR Percepat Akses Jalan Menuju Danau Toba danau toba. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir sepanjang 123 kilometer (Km). Penanganan jalan tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas dan mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Bali Baru yang dikembangkan Pemerintah.

"Dari 10 prioritas KSPN yang ditetapkan sebagai Bali Baru, kita fokus pada empat destinasi wisata yakni Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan salah satunya adalah KSPN Danau Toba," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, melalui keterangan resminya, Kamis (7/2).

Preservasi dan pelebaran jalan dilakukan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR secara bertahap. Pekerjaan tersebut dtargetkan selesai pada 2019. Dengan demikian, melalui ketersediaan infrastruktur jalan ini akan memudahkan wisatawan mencapai berbagai lokasi wisata di Pulau Samosir, seperti Museum Batak di Tomok, Tiga Danau, dan Tano Ponggol.

Menteri Basuki menyebut, untuk pekerjaanya sendiri dibagi dalam dua paket, yakni Paket 1 Preservasi dan Pelebaran Jalan Pangururan – Ambarita – Tomok – Onan Runggu sepanjang 75,90 Km dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 367,21 miliar. Saat ini progres fisik pekerjaan telah mencapai 63,01 persen, dengan kontraktor PT PP dan PT Seneca.

Kemudian, Paket 2 Preservasi dan Pelebaran ruas Jalan Tele – Pangururan – Nainggolan – Onan Runggu sepanjang 68,43 Km yang terdiri dari kegiatan pelebaran sepanjang 47,10 Km dan pemeliharaan sepanjang 21,33 Km dengan anggaran sebesar Rp 159,24 miliar dan akan selesai juga di Desember 2019.

"Hingga saat ini, progres fisik secara keseluruhan sudah mencapai sebesar 82,35 persen oleh kontraktor PT. Gunakarya, PT. Tunas, dan PT. Kurnia lewat sistem Kerja sama Operasi (KSO)," katanya.

Meteri Basuki mengatakan, pekerjaan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir juga termasuk pembangunan tembok penahan tebing untuk mengurangi risiko longsor di sekitar ruas jalan. Selain itu jalan juga dilengkapi bahu jalan dan saluran air.

Sementara itu, dukungan lainnya adalah pembangunan Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter untuk menggantikan jembatan lama. Jembatan ini nantinya akan menjadi ikon wisata baru Danau Toba karena disamping desainnya artistik, bagian bawah jembatan akan dapat dilewati kapal wisata sehingga dilakukan pelebaran dan pendalaman alur oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA).

Saat ini, alur Tano Ponggol mempunyai lebar rata-rata 25 meter dalam kondisi dangkal dan di beberapa bagian mengalami penyempitan hingga tinggal 8 meter. Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran menjadi 80 meter sepanjang 1,5 Km. Sementara itu, untuk pekerjaan pendalaman akan dilakukan penggalian sedalam 5 meter atau memindahkan tanah sebanyak 169.914 m3 tanah untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 807 dpl.

"Kontrak pekerjaan ini dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp 320 miliar. Pada sisi kiri dan kanan nantinya akan menggunakan steel sheet pile untuk menjaga kekuatan tanggul," jelas Kepala BWS Sumatera II, Roy Pardede. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini