Tingkat Kematian UKM Tinggi, Top Coach Indonesia Dorong Kesadaran Keuangan

Rabu, 27 Februari 2019 11:49 Reporter : Syakur Usman
Tingkat Kematian UKM Tinggi, Top Coach Indonesia Dorong Kesadaran Keuangan Pameran bisa jadi solusi usaha kecil menengah Anda!. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah telah menunjukkan komitmennya mendukung sektor UKM di Indonesia. Perhatian khusus dari pemerintah ini patut diapresiasi, karena kini sektor UKM tercatat sebagai kontributor utama dalam meningkatnya produk domestik bruto (PDB) serta lapangan kerja di Indonesia. Namun demikian, ternyata tingkat kematian UKM masih terbilang tinggi.

Prihatin melihat tingginya tingkat kematian UKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional, Top Coach Indonesia sebagai wadah pelatihan business owners, entrepreneurs, entertainers, celebrities, chief executive, expert, dan general public yang bertujuan membantu mentransformasi dan sistemasi bisnis agar berjalan autopilot, berinisiatif mengadakan sebuah pelatihan bertajuk "Cash Flow Transformation" yang diadakan di Holiday Inn Kemayoran, Jakarta Pusat pada 13 Februari lalu.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, pada 2014 Indonesia memiliki 57,9 juta UKM yang berkontribusi 58,92 persen terhadap PDB negara dan menyerap 97,3 persen tenaga kerja negara.

"Namun, tingkat kematian UKM masih terbilang tinggi. Tercatat, rata-rata 50-60 persen UKM menghentikan usahanya dalam tiga tahun pertama," ujar Prof Dr Yuyun Wirasasmita, Guru Besar Ekonomi Universitas Padjajaran, Bandung.

Coach Tom MC Ifle, Pendiri dan CEO Top Coach Indonesia, menambahkan berdasarkan riset Fundera 2017, 82 persen penyebab kematian bisnis adalah akibat kehabisan modal. Sementara 46 persen bisnis kecil gagal karena ketidakmampuan mengelola manajemen secara profesional.

Berpengalaman lebih dari 17 tahun membantu Medium Company, Change Management, Team Building, Money Management, dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Coach Tom MC Ifle, yang juga dipercaya sebagai mitra Bank Indonesia mengembangkan WUBI (Wirausaha Baru Bank Indonesia) di beberapa provinsi, merupakan pelatih bisnis bersertifikasi internasional yang menguasai Six Sigma, Total Quality Management, Team Building, Sales Management, dan Strategic Marketing.

Menurutnya, setidaknya ada 8 kebiasaan buruk yang tidak disadari oleh para pengusaha dalam hal manajemen arus kas (cashflow management) yang dapat mempengaruhi performa usaha. Antara lain, piutang tidak terkendali sehingga membuat karyawan takut melakukan penjualan, tidak memiliki sistem kontrol cashflow, tidak tahu cara membuat cash projection,
dan malas menganalisis laporan keuangan. Selanjutnya, tidak paham cara membaca rasio keuangan, kesulitan dalam mendapatkan data keuangan, hanya perhatian pada uang keluar dan masuk, dan tidak mampu mengukur kesehatan bisnis melalui cash analysis.

Dihadiri para pengusaha dari berbagai bidang, seperti pengusaha ritel , properti, kontraktor, restoran hingga distributor, yang datang dari seluruh pelosok Nusantara. Mulai dari pengusaha berpengalaman yang menjalankan bisnis selama puluhan tahun hingga para pengusaha yang baru memulai usahanya. Harapannya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengusaha UKM bahwa bisnis yang sehat adalah bisnis yang memiliki keuangan sehat. Mulai dari laba, penjualan hingga arus kas yang mampu membuat bisnis bertahan.

Kemudian melatih pengusaha UKM untuk memahami kesalahan fatal dalam mengelola keuangan dan membangkitkan kemampuan pengusaha UKM dalam menciptakan kemampuan berkompetisi menghadapi pesaing asing yang menjadi ancaman serius, dn sebagainya.

Pelatihan profesional mendatangkan banyak keuntungan positif, seperti sudut pandang baru terhadap tantangan, meningkatkan skill dalam mengambil keputusan, dan meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, mereka yang mengambil pelatihan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kepuasan dalam pekerjaan dan kehidupan, dan pencapaian goals setting, tutup Coach Tom MC Ifle. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Tips Keuangan
  2. UKM
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini