Tiket Pesawat, Bawang Merah dan Rokok Filter Sumbang Inflasi di Mei 2020

Selasa, 2 Juni 2020 11:55 Reporter : Anggun P. Situmorang
Tiket Pesawat, Bawang Merah dan Rokok Filter Sumbang Inflasi di Mei 2020 Kepala BPS Kecuk Suhariyanto. ©2017 Merdeka.com/Wilfidrus

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi dari 90 kota pada Mei 2020 sebesar 0,07 persen. Dengan angka ini maka inflasi tahun kalender dari Januari sampai dengan Mei 2020 juga sangat rendah yaitu sebesar 0,90 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi pada Mei 2020 disumbang oleh sektor transportasi yang memberi sumbangan kepada inflasi sebesar 0,87 persen. Inflasi transportasi tetap terjadi meskipun pemerintah melarang adanya mudik Lebaran.

"Transportasi, di mana disana mengalami inflasi paling tinggi yaitu 0,87 persen dan sumbangannya paling besar 0,10 persen. Komoditas yang memberikan andil kepada inflasi ini adalah tarif angkutan udara meskipun sudah diimbau tak mudik masih ada penumpang yang melakukan perjalanan," ujarnya, Selasa (2/6).

Kenaikan tarif angkutan udara, kata Suhariyanto terjadi di 39 kota di Indonesia. Dari 39 kota tersebut Gunung Sitoli di Sumatera Utara mengalami kenaikan harga tiker pesawat paling tinggi yang mencapai 35 persen dari harga normal.

"Kalau kita lihat tarif angkutan udara itu memberikan andil kepada inflasi 0,08 persen tipis dan tarif kereta api yang memberikan andil sebesar 0,02 persen. Kenaikan tarif angkutan udara terjadi di 39 kota misalnya tertinggi terjadi di Gunung Sitoli sebesar 35 persen," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Dari Sektor Makanan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini