Tiga pebisnis kulit hitam yang mengubah wajah lembah silikon

Minggu, 7 Februari 2016 07:58 Reporter : Moch Wahyudi
Tiga pebisnis kulit hitam yang mengubah wajah lembah silikon Silicon Valley. © Solarfeeds.com

Merdeka.com - Silicon Valley dikenal sebagai kawasan industri teknologi informasi terbesar di dunia. Bahkan, boleh dibilang, kawasan di Teluk San Fransisco, California, Amerika Serikat, tersebut merupakan jantung perusahaan teknologi dunia.

Sejumlah perusahaan teknologi besar menghuni lembah silikon tersebut. Diantaranya, Adobe Systems, Apple Computer, Cisco Systems, eBay, Google, Hewlett-Packard, Intel, dan Yahoo!.

Sillicon Valley juga melahirkan nama-nama besar di dunia teknologi informasi. Semacam, Steve Jobs, Marck Zuckerberg, Sergey Brin, Bill Gates, dan lainnya.

Di luar itu, Yahoo Finance merangkum sejumlah nama pebisnis kulit hitam yang mengubah wajah Silicon Valley. Berikut diantaranya:

1 dari 3 halaman

Stacy Brown-Philpot, COO TaskRabbit

Stacy Brown-Philpot. ©2016 yahoo

Tumbuh di Detroit, Brown-Philpot mengatakan dia setiap hari bertemu orang pekerja keras dengan kemampuan mumpuni, namun tak bisa mendapatkan pekerjaan. Hal inilah yang mendorong wanita 40 tahun itu mengambil jabatan sebagai Chief Operating Officer TaskRabbit, situs menawakan pekerjaan alihdaya (outsource), pada 2013.

"TaskRabbit merevolusi pekerjaan rutin. Buat saya, itu artinya menolong perusahaan menciptakan kesempatan kerja untuk orang yang mungkin belum memilikinya," katanya.

Belakangan, Brown-Philpot masuk ke dalam barisan 40 sosok pebisnis muda paling berpengaruh versi Fortune. Sepanjang karirnya, dia pernah menghabiskan masa sembilan tahun bekerja sama dengan mentornya, Sheryl Sandberg, mengembangkan google.

Kemudian, menduduki kursi direksi di Hewlett-Packard, mendirikan the Black Google Network untuk mengampanyekan keragaman. 

2 dari 3 halaman

Morgan Debaun, pendiri Blavity.com

Morgan DeBaun. ©2016 yahoo

Morgan DeBaun bersama koleganya, Aaron Samuels, mendirikan Blavity.com, pada 2014. Situs berita yang menyoroti kehidupan generasi millenial kulit hitam.

Makanya, situs tersebut diberi nama Blavity. Gabungan dari "black" dan "gravity".

Ini terinspirasi dari peristiwa sering disaksikan wanita berusia 26 tahun tersebut kala berkuliah di Washington University, St. Louis. 

Setiap hari, saat makan siang, dia sering melihat pelajar kulit hitam berkelompok melingkari meja makan  besar di ruang tengah sebuah kafetaria di kampus mayoritas kulit putih tersebut. Mereka mendiskusikan isu apa saja yang dianggap penting.

DeBaun menyebut fenomena ini sebagai Blavity: black plus gravity. 

"Kebanyakan orang memandang Blavity sebagai perusahaan media," kata DeBaun. "Kontennya sangat bagus untuk membangun komunitas dan mengakselerasi pertumbuhan audiens. Itu tak mungkin dilakukan tanpa teknologi."

3 dari 3 halaman

Kortney Ryan Ziegler, pendiri Trans*H4CK

Kortney Ryan Ziegler. ©2016 yahoo

Artis sekaligus penulis ini sudah sejak lama menjadi pendukung transgender atau komunitas terpinggirkan lainnya. Kemudian dia melihat diskoneksi di Silicon Valley, dimana dia merasa komunitas semacam itu perlu tempat untuk mendukung satu sama lain.

Atas dasar itu, pada 2013, pemegang gelar Ph.D African American Studies pertama dari Northwestern University tersebut meluncurkan Trans*H4CK. Organisasi nonprofit sering menggelar hackaton atau pekan retas dan pertemuan lainnya.

Sejauh ini, sudah sebanyak 600 developer, designer, dan progammer yang dihadirkan dalam hackaton Trans*H4CK hackathons

"Teknologi dapat menyelamatkan kehidupan. Dan saya meyakini komunitas transgender dapat mengambil keuntungan besar dari kreasi teknologi yang mengumpulkan pengalaman kami," katanya.

"Transgender sudah banyak terlibat dalam dunia teknologi, makanya saya berpikir perlunya menyediakan media guna menunjukkan pekerjaan-pekerjaan luar biasa yang telah mereka produksi." [yud]

Baca juga:
Kabar buruk, GoPro tak lagi jualan kamera murah
Uber uji coba sistem pembayaran tunai di Jakarta
Empat bukti penjelajahan waktu pernah terjadi di dunia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini