Tiga Alasan Milenial Cuma Mimpi Bisa Punya Rumah

Senin, 10 Desember 2018 06:00 Reporter : Teresa Rachel
Tiga Alasan Milenial Cuma Mimpi Bisa Punya Rumah Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Mempunyai rumah pribadi merupakan harapan setiap orang. Rumah dengan ukuran kecil dirasa lebih nyaman dibandingkan rumah sewaan atau kos-kosan.

Tak hanya para orang tua, para generasi milenial juga memiliki cita-cita untuk memiliki rumah pribadi. Di usia yang produktif, seharusnya generasi milenial dapat membeli apa saja yang mereka idamkan.

Namun, kenyataannya harga properti semakin melambung tinggi dari hari ke hari, hingga mimpi untuk memiliki rumah bagi generasi milenial hanya menggantung di langit.

Menghadapi kenyataan harga properti yang semakin meningkat, ironisnya masih banyak anak muda yang terlena memboroskan uangnya untuk hal-hal yang tak begitu penting. Padahal dengan nominal yang dikeluarkan tiap minggu untuk membeli barang atau eksistensi, jumlahnya bisa untuk mencicil biaya KPR bulanan.

Tentu hal ini jadi dilema. Jika tidak berhati-hati mengatur keuangan, bisa-bisa sampai tua kita hidup bagaikan kelomang yang berpindah-pindah tempat tinggal karena tak memiliki rumah sendiri.

Tidak ingin mengalami hal itu bukan? Yuk pintar-pintar menahan diri untuk hal-hal berikut ini, supaya uangnya bisa ditabung untuk beli rumah.

1 dari 3 halaman

Nongkrong Fancy di Coffeeshop atau Cafe Terkini

perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Coba hitung, dalam sebulan, berapa rupiah yang kamu keluarkan untuk nongkrong di coffeeshop atau cafe kekinian? Meski sekali pengeluaran hanya Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu saja, kalau dikumpulkan lumayan juga nominalnya. Apalagi jika ditambah dengan beli-beli makanan atau snack.

Bisa-bisa sekali nongkrong Rp 100 ribu melayang. Kalikan saja pengeluaran tiap minggu selama setahun, dan jangan terkejut melihat jumlahnya yang setara dengan cicilan KPR selama beberapa bulan.

2 dari 3 halaman

Kalap Belanja Fesyen

Ilustrasi belanja. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Godaan beli baju, tas, sepatu dan pernak-pernik fashion memang sulit dihindari. Bukan hanya perempuan lho yang harus berjibaku dengan batin saat dihadapkan dengan koleks-koleksi terbaru diskon-diskon yang betebaran di mal atau e-commerce. Saat ini, kaum adam pun mulai bergeser menyukai belanja barang fashion agar terlihat lebih gaya di depan kamera.

Kekalapan saat belanja barang fashion seringkali berakhir dengan tergeletak begitu saja di sudut lemari dan – tentu saja – penyesalan karena uang yang terbuang sia-sia pada akhirnya. Untuk menghindarinya, kamu bisa menerapkan prinsip capsule wardrobe.

Capsule wardrobe merupakan metode penyederhanaan isi lemari dengan cara membeli produk fesyen dasar yang berkualitas, dengan warna-warna basic yang mudah dipadu-padankan satu sama lain. Dengan metode ini, kita tidak perlu sering-sering membeli pakaian sehingga lebih hemat.

3 dari 3 halaman

Traveling Demi Meningkatkan Eksistensi

Turis berjemur di Kuta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Kini makna 'traveling' bergeser seiring dengan keberadaan media sosial. Tak bisa dipungkiri, sebagian orang rela mengeluarkan biaya tinggi demi mengabadikan foto bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Di lokasi tujuan, lebih memilih berfoto-foto demi konten sosial media ketimbang mendapatkan pengalaman, menikmati alam atau mempelajari sejarahnya.

Sebetulnya sah-sah saja tiap orang punya tujuan bepergiannya masing-masing. Namun yang bikin terasa miris di hati adalah jika sang traveler ini memaksakan diri. Menguras tabungan bahkan ada yang demi traveling ke luar negeri, rela berhutang sampai melakukan penipuan.

Padahal jika mampu mengatur skala prioritas, membeli rumah sendiri yang bakal ditempati dalam jangka waktu yang lama, lebih bermanfaat ketimbang menguras tabungan untuk traveling demi eksistensi yang excitement-nya hanya bertahan paling lama seminggu saja, atau sekedar membuang uang untuk ngopi cantik dan belanja barang fashion yang hanya bertahan seminggu. [idr]

Baca juga:
Program KPR Pasca Bencana untuk PNS Segera Bergulir
Survei: Pasar Properti 2019 Stabil Meski Ada Pemilihan Presiden
Anak Usaha Adhi Karya Kembangkan Hunian Terintegrasi LRT Jakarta Timur
BTN Siap Ambil Alih Pembiayaan Perumahan Bagi MBR
Cara Inkopar Cukupi Kebutuhan Perumahan dan Ritel Anggotanya
Survei: Belum Menikah, Jadi Alasan Milenial Belum Beli Rumah

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini