Thomas Cook Bangkrut, Utang Rp10 Miliar ke 10 Hotel di Bali Terancam Tak Terbayar

Kamis, 10 Oktober 2019 14:48 Reporter : Moh. Kadafi
Thomas Cook Bangkrut, Utang Rp10 Miliar ke 10 Hotel di Bali Terancam Tak Terbayar Turis berjemur di Kuta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kebangkrutan Thomas Cook, sebuah perusahaan agen travel asal Inggris yang tertua menyebabkan 7 hingga 10 hotel di Kabupaten Gianyar Bali terancam tidak terbayar tagihannya yang diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

"Kalau di Gianyar sendiri, kalkulasi secara general menurut perkiraan saya mungkin yang tidak terbayar sampai Rp10 miliar dari total (seluruh hotel). Karena, ada satu hotel yang diutangi sampai Rp4 miliar ada yang cuma Rp500 juta," kata Pande Mahayana Aditiyawarman selaku Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gianyar saat dihubungi, Kamis (10/10).

Pande juga menjelaskan, bangkrutnya Thomas Cook dan efek pada hotel di Gianyar Bali tentu ada. Thomas Cook memang memiliki beberapa partner hotel di Gianyar dari bintang tiga hingga bintang lima dan yang bekerjasama tersebut ada yang belum dibayar.

Dia juga mengungkapkan, saat ini pihaknya berharap utang-utang Thomas Cook pada hotel di Gianyar bisa terbayarkan. Tetapi kalau dari pengalaman Pande sebelumnya bila ada agen bangkrut kemungkinan untuk dibayar sangatlah kecil.

"Iya hanya bisa berharap. Biasanya secara administratif kita isi form setelah itu akan ditindaklanjuti dalam waktu 90 hari," ujarnya.

"Tetapi sepengalaman saya, kalau bangkrut tidak satu sen pun saya dapat. Tapi semoga dengan agen tertua di dunia, teman-teman berpikir positif melakukan kewajiban mereka," tambah Pande.

Pande juga menjelaskan, langkah-langkah ke depannya agar pihak hotel memonitor lebih banyak. Kendati mereka adalah agen-agen besar karena bukan berarti agent besar itu sehat.

"Iya harapan saya ke depannya kita di semua hotel harus bisa melihat walaupun mereka agen besar tetapi kalau pembayaran mereka (terlambat) apalagi di atas 60 hari belum bayar itu sudah masuk istilahnya raport merah. Walaupun mereka agen besar kita harus berani mengambil tindakan," ujar Pande.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Thomas Cook yang merupakan perusahaan travel atau agent biro perjalanan tertua di Inggris di kabarkan bangkrut dan menghentikan perdagangan saham di bursa sehingga operasi langsung disetop.

Hal tersebut berdampak kepada ribuan pelanggannya yang terlantar dan sejumlah hotel dikabarkan terimbas. Setiap hotel diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1 miliar. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Hotel
  2. Bali
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini