Terus naik, utang luar negeri Indonesia tembus Rp 4.505 triliun di Juli 2017

Selasa, 19 September 2017 08:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Terus naik, utang luar negeri Indonesia tembus Rp 4.505 triliun di Juli 2017 Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai posisi utang luar negeri Indonesia. Per Juli 2017, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 339,85 miliar atau setara dengan Rp 4.505 triliun (kurs hari ini). Angka utang ini naik dibanding bulan sebelumnya atau Juni 2017 yang tercatat hanya USD 337,64 miliar.

Posisi utang per Juli 2017 ini juga naik dibanding Desember 2016 yang hanya USD 318,81 miliar.

Dikutip dari data resmi Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 339,85 miliar ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia serta swasta.

Porsi utang luar negeri pemerintah sendiri mencapai USD 170,38 miliar dan Bank Indonesia sebesar USD 3,95 miliar. Total utang keduanya adalah USD 174,34 miliar. Total utang ini naik dibanding bulan sebelumnya yang hanya USD 170,28 miliar.

Sedangkan, porsi utang swasta tercatat sebesar USD 165,51 miliar. Angka utang ini turun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 167,36 miliar.

Utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang perbankan dan utang non-perbankan. Utang perbankan tercatat mencapai USD 28,72 miliar. Sedangkan utang luar negeri non-perbankan tercatat USD 136,79 miliar.

Untuk non-perbankan, terbagi menjadi utang lembaga keuangan bukan bank atau nonbank financial corporation yang mencapai USD 10,51 miliar. Kemudian utang perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporation sebesar USD 126,27 miliar.

Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada Juli 2017 tetap sehat dan terkendali. Bank sentral terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.

"Keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," kutipan keterangan Bank Indonesia di situs resminya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini