Terungkap, Ini Tujuan Lain dari Program Konversi Kompor Gas Elpiji ke Kompor Listrik

Sabtu, 24 September 2022 14:30 Reporter : Anisyah Al Faqir
Terungkap, Ini Tujuan Lain dari Program Konversi Kompor Gas Elpiji ke Kompor Listrik Pembangkit Listrik. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Center Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai ada tujuan lain dari pemerintah dalam program migrasi penggunaan kompor listrik dari kompos gas LPG. Salah satunya untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap bahan bakar fosil.

"Pemerintah ingin kurangi ketergantungan bahan bakar fosil, tapi di hulu pembangkit listrik masih dominan batubara dan BBM," kata Bhima saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (24/9).

Hanya saja, cara ini dinilai Bhima sangat tidak tepat. Mengingat hulu pembangkit listrik juga masih menggunakan batu bara untuk menghasilkan energi listrik.

"Jadi sama saja konsumsi listrik naik maka PLTU yang butuh batu bara semakin tinggi," kata dia.

Alhasil, Bhima mengatakan strategi yang digunakan ini hanya memindahkan beban penggunaan energi. Semula bebannya di hilir kini akan dipindahkan di hulu.

"Beban hanya pindah dari penghematan di hilir jadi kenaikan pembelian batubara dan bbm impor di hulu pembangkit," kata dia.

2 dari 2 halaman

Apa Urgensi Migrasi ke Kompor Listrik?

Hal senada juga pernah diungkapkan Ketua Komisi VII DPR-RI, Sugeng Suparwoto. Dia mempertanyakan urgensi migrasi penggunaan kompor listrik, khususnya bagi masyarakat miskin.

Menurutnya jika sasaran utama pemerintah mengurangi subsidi impor LPG, maka masyarakat miskin yang jadi target program. Hanya saja dia menilai target sasarannya kurang tepat.

Sugeng khawatir program ini malah bisa merugikan masyarakat miskin karena bebannya bertambah. Mereka yang selama ini menikmati subsidi dari gas LPG harus beralih ke kompor listrik dengan menaikkan daya.

Kalaupun menaikkan daya listrik gratis, masalah muncul selanjutnya biaya untuk tagihan atau token listrik. Sehingga seharusnya pemerintah memberikan subsidi listrik kepada masyarakat miskin.

"Makanya kalau ada program ini harusnya tidak boleh membebankan masyarakat miskin. Dari penambahan daya atau ketika dipakai kompor listriknya," kata dia pada Rabu (21/9) lalu.

Dia menambahkan konsumsi gas LPG saat ini juga sudah dikurangi dengan penjualan gas di atas 3 kg yang sudah tanpa subsidi.

"Masyarakat kalangan atas juga sudah pakai LPG yang sesuai dengan harga keekonomiannya," kata dia. [idr]

Baca juga:
Ini Faktor Buat Sulitnya Penerapan Kompor Listrik di Indonesia
Daya Watt Terlalu Besar, Program Konversi Kompor Listrik Sulit Terealisasi
Pasang Surut Program Konversi Kompor Listrik Hingga Akhirnya Ditunda
Program Konversi Kompor LPG 3 Kg ke Kompor Listrik Tidak Dilakukan di 2022
Jokowi Disarankan untuk Imbau PNS dan Pegawai BUMN Pakai Kompor Listrik
Anggota DPR Minta Migrasi ke Kompor Listrik Jangan Jadi Kebijakan Nasional, Kenapa?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini